Semangat Nyantri Di Usia Senja, 127 Lansia Dari Berbagai Daerah Mengikuti Pesantren Ramadhan Foto : 127 lansia dari berbagai daerah antusias mengikuti Pesantren Ramadhan yang diadakan di Masjid Agung Demak.
Bratapos / Daerah

Semangat Nyantri Di Usia Senja, 127 Lansia Dari Berbagai Daerah Mengikuti Pesantren Ramadhan

Terbit : 07-Mar-2025, 10:50 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 259 Kali

Demak || jateng.bratapos.com - Sebanyak 127 lansia dari berbagai daerah antusias mengikuti Pesantren Ramadhan yang diadakan di Masjid Agung Demak. Kegiatan ini bertujuan untuk meraih keberkahan serta meneladani jejak Sultan Fattah, dan berlangsung selama 27 hari mulai 1 Ramadhan 1446 H. Para peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Demak, Grobogan, Semarang, Kendal, Jepara, hingga Jakarta dan Makassar.

Para santri lansia ini datang bersama keluarga mereka, membawa perlengkapan pribadi. Setibanya di pesantren, mereka disambut oleh pengasuh dan langsung diarahkan ke kamar yang telah disediakan.

Program ini terbuka untuk lansia berusia minimal 56 tahun, dengan lebih dari 10 orang peserta berusia di atas 80 tahun, namun tetap semangat mengikuti ibadah dan pembelajaran Ramadhan.

Ketua Umum Takmir Masjid Agung Demak, KH Nur Fauzi, menjelaskan bahwa fasilitas untuk para santri disediakan secara gratis, termasuk 10 kamar besar, delapan di antaranya untuk santri putri. “Kami berusaha memenuhi kebutuhan para santri agar mereka dapat menjalani ibadah dengan nyaman,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari lebih dari 200 pendaftar yang mendaftar sebelum Ramadhan dimulai, meskipun hanya 127 orang yang dapat diterima karena keterbatasan fasilitas.

Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Demak, KH Abdullah Mahali, menambahkan bahwa para santri dapat dianggap sebagai santri Sultan Fattah, yang dulunya juga seorang ulama pengasuh pesantren sebelum menjadi Sultan.

Salah satu santri, Maksum (86) asal Magetan, mengaku sangat bersyukur bisa kembali menuntut ilmu agama di usia lanjut. “Menuntut ilmu tidak mengenal usia, sampai akhir hayat,” katanya.


Pilihan Untukmu