Boyolali || Jateng.Bratapos.com - Wacana pemekaran wilayah Jawa Tengah kembali mencuat, kali ini dengan usulan pembentukan provinsi baru bernama Daerah Istimewa Surakarta (DIS). Jika disetujui Kementerian Dalam Negeri, provinsi ini akan meliputi wilayah seluas 4.289,72 km², dan menjadikan Kota Surakarta atau Solo sebagai ibu kota.
Dua daerah yang disebut-sebut akan bergabung dengan provinsi baru ini adalah Solo dan Boyolali. Keduanya dikenal sebagai daerah dengan tingkat kekayaan dan kontribusi ekonomi tinggi di Jawa Tengah.
Wacana ini muncul sebagai respons atas tingginya kepadatan penduduk di Jawa Tengah. Dengan luas 32.800,69 km², provinsi ini dihuni lebih dari 38,2 juta jiwa. Tahun 2025, kepadatan wilayah diproyeksikan mencapai 1.200 orang per km², sementara pemerataan pembangunan dinilai belum optimal.
Solo, sebagai kota terbesar kedua di Jawa Tengah, mencatatkan PDRB tahun 2024 sebesar Rp64,7 triliun. Wilayah ini seluas 44,04 km² dan dihuni lebih dari 526 ribu penduduk. Keunggulan Solo terletak pada kekayaan budaya dan wisata sejarahnya seperti Keraton Surakarta, Keraton Mangkunegaran, dan Museum Keris Nusantara.
Sementara itu, Boyolali, dikenal sebagai penghasil susu sapi terbesar di Indonesia dan memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Tempat-tempat seperti Bukit Gancik, Omah Bambu Merapi, dan Lembah Gunung Madu menjadi magnet wisatawan. PDRB Boyolali tahun 2024 tercatat sebesar Rp45,85 triliun. Kabupaten ini memiliki luas 1.015,10 km² dan dihuni sekitar 1,1 juta jiwa.
Jika wacana ini terwujud, beberapa wilayah lain seperti Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo juga diproyeksikan akan ikut bergabung dengan provinsi Daerah Istimewa Surakarta.