Tata Kota dan Transportasi: Kunci Peradaban Foto : Acara Sharing Session antara Pemda DIY dengan University of Nottingham, Inggris, pada Kamis (27/02) di Gedhong Pracimasana.
Bratapos / Daerah

Tata Kota dan Transportasi: Kunci Peradaban

Terbit : 02-Mar-2025, 10:32 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 179 Kali

Yogyakarta || jateng.bratapos.com - Tata kota dan transportasi memiliki hubungan yang sangat erat, ibarat tubuh dan nadi yang saling mendukung. Keberhasilan suatu kota tidak diukur dari kemewahan kendaraan yang ada, melainkan dari kemampuan warganya untuk bergerak dengan bebas tanpa terhambat oleh kemacetan dan polusi. 

Hal ini disampaikan oleh Sekda DIY, Beny Suharsono, dalam acara Sharing Session antara Pemda DIY dengan University of Nottingham, Inggris, pada Kamis (27/02) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Acara ini membahas topik terkait tata kota yang proporsional, dengan fokus pada Sumbu Filosofi Yogyakarta (The Cosmological Axis of Yogyakarta), yang menarik perhatian University of Nottingham. Diskusi tersebut dihadiri oleh sejumlah pakar dari universitas tersebut, seperti Dr. Bagus Muljadi, Dr. Christopher Wood, Prof. Kathy Johnson, dan Lucy Rose. Mereka membahas bagaimana tata kota dapat menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Dengan tema “Masyarakat Berkelanjutan Masa Depan: Mengintegrasikan Keberlanjutan dalam Transportasi dan Lingkungan Perkotaan,” diskusi ini mengusung pentingnya tata kota yang ideal. Beny Suharsono menjelaskan bahwa tata kota yang baik seharusnya mencerminkan peradaban serta harapan masyarakat, sekaligus mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan.

Ia menekankan bahwa tantangan utama bukanlah hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya mobilitas sebagai hak bagi setiap warga.

“Perencanaan kota yang berorientasi pada transportasi umum dan pejalan kaki dapat menciptakan ruang yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Beny Suharsono, menutup pembicaraannya. Diskusi ini menjadi momen penting dalam merancang kota masa depan yang lebih ramah bagi semua warganya.


Pilihan Untukmu