Kebumen||jateng.bratapos.com - Pencarian korban tanah longsor di Dukuh Lengkong, Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan, masih berlangsung dengan intensif. Longsor terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang, menyebabkan rumah Novi (26) dan anaknya, Febian (5), tertimbun longsoran tanah dari lereng hutan sekitar. Tim gabungan dari Polres Kebumen, Polsek Pejagoan, TNI, BPBD Kebumen, dan para relawan terus berupaya mencari korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kapolres Kebumen AKBP Recky menyatakan, “Tim terus bekerja bergantian di lokasi. Kami berharap kedua korban segera ditemukan.”
Ia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan pada musim hujan dan cuaca ekstrem.
Selain longsor di Pejagoan, hujan lebat pada malam Minggu juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kebumen akibat jebolnya tanggul sungai. Di Kecamatan Adimulyo, tanggul Sungai Kemit jebol dan merendam rumah warga di Desa Sidomukti, memaksa warga untuk mengungsi. Situasi serupa terjadi di Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng, dan Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, di mana tanggul sungai yang jebol menyebabkan banjir setinggi 1-2 meter, memaksa evakuasi warga.
Di Kecamatan Sruweng, Desa Kejawang, Kali Kejawang meluap karena curah hujan tinggi, menyebabkan banjir lokal yang merendam area permukiman. Pihak berwenang terus melakukan penanganan di lokasi bencana, sambil berharap cuaca segera membaik agar evakuasi dapat berjalan lancar.
Sumber: Humas Polres Kebumen