Wabup Grobogan Dukung Pelatihan SAR untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Foto : Wabup Grobogan hadiri Workshop Pemberdayaan Masyarakat Bidang SAR.
Bratapos / Daerah

Wabup Grobogan Dukung Pelatihan SAR untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Terbit : 17-Jun-2025, 12:59 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 132 Kali

Grobogan || Jateng.Bratapos.com – Kesadaran akan pentingnya respons cepat saat bencana menjadi dasar pelaksanaan Workshop Pemberdayaan Masyarakat Bidang SAR yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Grobogan, Rabu (11/6/2025). Kegiatan ini diinisiasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang (Basarnas) dan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat.

Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia menilai Grobogan termasuk daerah yang rawan bencana, mulai dari banjir, longsor, kekeringan hingga karhutla.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Grobogan, saya menyampaikan terima kasih kepada Basarnas Semarang. Kegiatan ini strategis untuk membentuk kesiapsiagaan di tingkat akar rumput,” ucapnya.

Wabup menambahkan, pelatihan ini tidak hanya membekali warga agar dapat menyelamatkan diri dan orang lain, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab bersama. “Saya berharap keterampilan ini tidak perlu digunakan dalam kejadian nyata. Itu berarti masyarakat kita terhindar dari bencana,” tambahnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, turut membuka acara dan menyampaikan pentingnya pengetahuan standar penanganan bencana. “Prosedur tanggap darurat itu berlaku global. Apa yang dipelajari di sini bisa diterapkan di mana pun,” jelasnya.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan untuk menekan korban jiwa. Ia menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam penanganan bencana, tanpa sepenuhnya bergantung pada aparat.

“Melalui pelatihan dan simulasi, peserta diajarkan keterampilan dasar SAR yang relevan untuk berbagai kondisi darurat,” ujarnya. Ia menyebut Grobogan perlu kesiapan lebih karena beberapa wilayahnya rentan banjir akibat curah hujan tinggi.

Pelatihan ini juga menanamkan nilai gotong royong dan solidaritas. Masyarakat terlatih diharapkan dapat menjadi penggerak saat kondisi krisis terjadi.

Ketangguhan daerah, menurut panitia pelatihan, bukan semata soal infrastruktur, tetapi kesiapan warganya dalam menjaga keselamatan bersama. 


Pilihan Untukmu