Salatiga || Jateng.Bratapos.com – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi semata, melainkan masalah kompleks yang mencakup aspek kesehatan, sanitasi, pendidikan, serta pola pengasuhan. Oleh karena itu, upaya penanggulangannya harus melibatkan sinergi antar sektor, program, dan pelaku secara menyeluruh.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Revel Eatscape Randuacir pada Senin (23/6/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Ketua TP PKK, Sekda, Kepala OPD, camat, serta lurah se-Kota Salatiga.
Menurut Robby, berdasarkan data e-PPGBM per Mei 2025, jumlah balita stunting di Kota Salatiga tercatat sebanyak 574 anak. Sementara itu, data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka terakhir sebesar 485 kasus. “Perbedaan angka ini menunjukkan pentingnya pembenahan tata kelola dan integrasi data yang akurat dan bisa diakses lintas sektor,” ujarnya.
Ia juga menyebut sejumlah tantangan dalam percepatan penurunan stunting, seperti perlunya peningkatan cakupan dan kualitas pengukuran balita, serta penguatan fungsi TPPS di semua jenjang. “Peran pelaku di tingkat kelurahan seperti TPK dan KPM harus dioptimalkan agar program intervensi tepat sasaran dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” jelasnya.
Robby menekankan pentingnya evaluasi berkala atas program intervensi yang berjalan. Ia berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan bekerja sama secara aktif dalam upaya menurunkan angka stunting di Salatiga. “Hanya dengan kerja bersama, target penurunan stunting dapat tercapai,” pungkasnya.