Batang||jateng.bratapos.com - Sepeda listrik kini semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan hingga pedesaan, bahkan di wilayah pegunungan. Kendaraan ramah lingkungan ini banyak diminati karena mudah digunakan dan praktis untuk jarak pendek. Namun, meski sepeda listrik memiliki keunggulan, penting untuk memahami bahwa kendaraan ini dirancang untuk penggunaan ringan di jalan datar, bukan untuk medan curam atau berbatu. Penggunaan sepeda listrik di jalan yang menanjak atau menurun bisa sangat berbahaya.
Pada Rabu sore, 30 Oktober 2024, sebuah insiden terjadi di tanjakan Sidangkrong, Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Saat itu, seorang warga mencoba mengendarai sepeda listrik di tanjakan curam, tetapi sepeda tersebut tidak mampu mencapai puncak dan harus didorong.
"Sepeda listrik memang tidak didesain untuk medan seperti ini. Saya harus mendorongnya karena mesinnya tidak kuat," ujar warga yang mengalami kejadian tersebut.
Kejadian ini menyoroti risiko menggunakan sepeda listrik pada medan berat.
Selain itu, penggunaan sepeda listrik di jalan menurun juga membawa risiko, terutama jika pengendaranya membawa muatan berat. Dalam kondisi menurun, kecepatan sepeda listrik bisa tak terkendali karena sistem remnya tidak sekuat kendaraan bermotor lainnya. Akibatnya, pengendara rentan kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
"Sepeda listrik sebenarnya untuk jalan datar saja, jadi jika digunakan di turunan, pengendara harus sangat berhati-hati," kata seorang pengamat transportasi di Batang.
Demi keselamatan, masyarakat diimbau untuk selalu mengawasi anggota keluarga, terutama anak-anak yang menggunakan sepeda listrik. Pastikan mereka memahami batasan dan tujuan kendaraan ini agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Sebagai saran, gunakan sepeda listrik hanya di jalan-jalan yang aman, datar, dan tanpa beban berat.