4 Kota Jateng Termaju, Satu Dipimpin Bupati Termiskin Foto : Ilustrasi.
Bratapos / Daerah

4 Kota Jateng Termaju, Satu Dipimpin Bupati Termiskin

Terbit : 27-May-2025, 09:43 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 130 Kali

Jawa Tengah || Jateng.Bratapos.com – Sebanyak empat kota/kabupaten di Jawa Tengah berhasil masuk dalam daftar 14 daerah paling maju di Indonesia tahun 2024 versi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keempatnya adalah Sukoharjo, Banyumas, Semarang, dan Purworejo, yang menunjukkan daya saing tinggi berdasarkan indikator pasar, ekosistem inovasi, sumber daya manusia, dan lingkungan.

Peringkat tertinggi di Jawa Tengah diraih oleh Sukoharjo yang menempati posisi kedua nasional dengan skor 4,11, hanya terpaut dari Kabupaten Badung di Bali. Menyusul di posisi kelima adalah Banyumas dengan skor 4,01. Kota Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah, menyusul di urutan ketujuh dengan skor 3,87. Sementara itu, Kabupaten Purworejo berada di posisi kesepuluh dengan skor 3,85.

Uniknya, Kabupaten Purworejo yang menjadi salah satu kota termaju di Indonesia ini dipimpin oleh Bupati Yuli Hastuti, yang dikenal sebagai bupati dengan kekayaan paling minim di Indonesia. Berdasarkan laporan, kekayaan Yuli Hastuti hanya sebesar Rp367 juta dan ia tidak memiliki rumah maupun tanah pribadi. Kondisi ini menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan kemajuan wilayah yang ia pimpin.

“Peringkat IDSD ini mencerminkan bukan hanya kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga efektivitas kepemimpinan dan pemanfaatan sumber daya daerah,” demikian dijelaskan dalam rilis BRIN. Adapun metode pengukuran IDSD tahun 2024 mengadopsi kerangka dari Global Competitiveness Index milik World Economic Forum (WEF) dengan penyesuaian pada konteks lokal Indonesia.

Dengan pencapaian ini, Jawa Tengah menunjukkan bahwa sejumlah wilayahnya memiliki daya saing tinggi dalam skala nasional, bahkan meski dipimpin oleh sosok yang sederhana secara materi. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kemajuan daerah tidak selalu bergantung pada latar belakang kekayaan pribadi pemimpinnya, melainkan pada kinerja dan tata kelola yang baik.


Pilihan Untukmu