Karanganyar||jateng.bratapos.com - Pembangunan bendungan baru terus dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Salah satu proyek penting adalah Bendungan Jlantah yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Proyek ini dimulai pada Juli 2019 dan ditargetkan selesai pada 2025, dengan progres pembangunan mencapai 98,55% pada Desember 2024.
Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampung 10,97 juta m3 dan akan mengairi lahan persawahan seluas 1.494 hektare di Kabupaten Karanganyar. Selain manfaat irigasi, bendungan ini juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir, dengan kapasitas pengurangan hingga 70,33 m3/detik, serta berpotensi menghasilkan energi melalui PLTS dan PLTMH.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp1,02 triliun, proyek ini melibatkan kontraktor PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO. Bendungan Jlantah diharapkan dapat menjadi sumber air baku untuk beberapa kecamatan di Karanganyar dan turut melengkapi jaringan bendungan di Jawa Tengah.