BNPB Prioritaskan Huntap untuk Korban Erupsi Foto : Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M dalam dialog bersama warga di Pos Lapangan Konga, Sabtu (24/5/2025).
Bratapos / Daerah

BNPB Prioritaskan Huntap untuk Korban Erupsi

Terbit : 25-May-2025, 19:28 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 121 Kali

Flores Timur || Jateng.Bratapos.com — Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat upaya penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Flores Timur, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat direlokasi secara aman dan berkelanjutan.

“Hunian sementara bukan solusi akhir. Solusi terbaik adalah hunian tetap yang akan segera kami bangun agar masyarakat bisa hidup aman di luar radius bahaya erupsi,” ujar Suharyanto dalam dialog bersama warga di Pos Lapangan Konga, Sabtu (24/5/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan huntara (hunian sementara) tahap I dan II telah selesai dan kini tengah dilanjutkan ke tahap III, dengan target tidak ada lagi warga yang tinggal di pos pengungsian.

Lokasi pembangunan huntap telah ditetapkan di Noboleto dengan target awal 500 unit rumah. Proses pembersihan lahan akan dimulai minggu depan. Pembangunan ini akan melibatkan sinergi dari Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan, TNI/Polri, serta masyarakat setempat. 

Suharyanto juga membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan relokasi mandiri di lahan yang mereka ajukan sendiri, dengan dukungan pembangunan rumah dari BNPB.

Selain meninjau progres huntara, Kepala BNPB juga meresmikan Ruang Belajar Sementara “Komunitas Pahlawan Anak” untuk anak-anak PAUD sebagai bagian dari pemulihan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga menyalurkan 500 paket sembako, 500 paket makanan tambahan, 500 tas sekolah darurat, dan 250 container box kepada siswa yang terdampak.

“Semua masyarakat terdampak kami perhatikan baik yang tinggal di huntara, di rumah kerabat, maupun di pos lapangan. Tidak ada yang ditinggalkan. Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan dan kelangsungan hidup warga,” tegas Suharyanto. 

Pembangunan huntara tahap III sendiri kini dikerjakan bersama oleh personel TNI dan warga, agar lebih sesuai kebutuhan lokal dan mempercepat penanganan darurat bencana.


Pilihan Untukmu