Bupati Pati Tanggapi Kasus Remaja Curi Pisang Diarak Warga Foto : Remaja curi pisang AAP (17) , seusai kedapatan mencuri empat tundun pisang dari kebun warga.
Bratapos / Daerah

Bupati Pati Tanggapi Kasus Remaja Curi Pisang Diarak Warga

Terbit : 24-Feb-2025, 17:50 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 209 Kali

Pati || jateng.bratapos.com - Kasus pencurian pisang yang dilakukan remaja berinisial AAP (17) mendapat perhatian khusus dari Bupati Pati, Sudewo. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Pati dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada AAP, yang mencuri pisang untuk diberikan kepada adiknya.

Video yang menunjukkan AAP diarak oleh warga ke balai desa sempat viral dan mendapat simpati masyarakat. AAP hidup dalam kondisi kekurangan setelah ibu meninggal dan ayah pergi dengan istri barunya. Sudewo menyatakan bahwa ia prihatin dengan tindakan warga yang mengarak AAP, yang hanya mengenakan pakaian tanpa baju, karena mencuri pisang. “Seharusnya tidak sampai terjadi pengarakan massa terhadap pelaku,” ujar Sudewo.

Meski tidak bisa langsung mengunjungi rumah AAP karena mengikuti retret kepala daerah, Sudewo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kepolisian yang telah memediasi kasus ini sehingga AAP tidak ditahan. “Saya juga sudah perintahkan camat, kades, dan perangkat desa untuk turun tangan memberi pengarahan kepada warga agar menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Pencurian pisang yang terjadi pada Senin (17/2/2025) melibatkan AAP yang mencuri pisang senilai Rp250 ribu di kebun milik warga. Pihak desa, setelah mendapatkan laporan dari kakek korban, mengadakan mediasi dan memberikan surat kesediaan untuk pembinaan AAP selama tiga bulan. Pemilik kebun pun memberikan maaf kepada AAP dan tidak menuntut ganti rugi.

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menjelaskan bahwa AAP mencuri pisang untuk diberikan kepada adiknya yang dia rawat. Selama ini, AAP tinggal bersama kakeknya yang bekerja sebagai buruh dan pencari rumput kambing. Kondisi ekonomi yang sulit membuat AAP putus sekolah dan memilih untuk merawat adiknya. “Sudah beberapa bulan tidak masuk sekolah,” kata Kepala Desa setempat.


Pilihan Untukmu