Dana CSR Miliaran Disalurkan untuk Beasiswa Anak Kurang Mampu Foto : Gubernur Ahmad Luthfi, didampingi Wagub Taj Yasin diwawancarai oleh wartawan.
Bratapos / Daerah

Dana CSR Miliaran Disalurkan untuk Beasiswa Anak Kurang Mampu

Terbit : 28-May-2025, 20:23 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 138 Kali

Pati || Jateng.Bratapos.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengarahkan pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan untuk mendanai program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dalam kegiatan silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat Pati pada Selasa, 27 Mei 2025, Luthfi menegaskan bahwa pendidikan adalah langkah utama dalam memutus rantai kemiskinan di Jawa Tengah.

“Eksplorasi wilayah di Pati, pendidikan sebagai layanan dasar. Dengan beasiswa, harapannya anak-anak menjadi estafet pembangunan di masa depan,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin.

Ia menekankan pentingnya solusi konkret seperti beasiswa Kejar Paket C untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah, yang tahun ini ditargetkan menyentuh 5.000 anak.

Luthfi juga mengungkapkan bahwa banyak anak di Jawa Tengah berhenti sekolah usai lulus SMP, bukan hanya karena faktor ekonomi, tapi juga karena kebiasaan orang tua yang mendorong mereka langsung bekerja. “Wes Le wes, lulus SMP kerjo. Ada kebiasaan itu, akhirnya anak tidak melanjutkan sekolah,” ucapnya.

Ia pun mengajak tokoh masyarakat dan agama untuk aktif memberi edukasi agar angka putus sekolah bisa ditekan.

Bupati Pati, Sudewo, mengapresiasi dukungan Pemprov dan menyebut bahwa pihaknya juga telah menggagas program beasiswa dari dana CSR bagi mahasiswa tak mampu. “Satu bulan Rp 1 juta. Bagi warga miskin ekstrem Rp 1,5 juta, dan jurusan kedokteran Rp 2,5 juta. Tahun ini untuk 230 anak,” jelas Sudewo.

Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, seperti CSR Bank Jateng, pabrik gula, perbankan lokal, serta Baznas, dengan total anggaran Rp 9,9 miliar. 

Ia menegaskan, penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan juga mencakup bimbingan belajar serta pelatihan keterampilan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga menyerahkan bantuan keuangan lebih dari Rp 316 miliar kepada Pemkab Pati. Dana itu mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan pedesaan, renovasi rumah tidak layak huni, hibah pendidikan keagamaan, bantuan usaha tani, hingga beasiswa siswa miskin tingkat SMA/SMK.

Ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Pilihan Untukmu