“Dandim Boyolali Hadiri Grand Opening Central Kitchen” Foto : Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, S.Pd., M.Han, menghadiri Grand Opening Central Kitchen Badan Gizi Nasional, pada Senin (06/01/2025).
Bratapos / Daerah

“Dandim Boyolali Hadiri Grand Opening Central Kitchen”

Terbit : 06-Jan-2025, 21:40 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 155 Kali

Boyolali||jateng.bratapos.com – Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, S.Pd., M.Han, menghadiri Grand Opening Central Kitchen Badan Gizi Nasional yang bertempat di Unit Badan Gizi Nasional di Dukuh Kelipan RT 01 RW 07, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Senin (06/01/2025). Selain itu, Dandim juga meninjau pembagian makanan bergizi di SMA Negeri Ngemplak.

Letkol Wiweko menyampaikan bahwa program makan siang bergizi ini merupakan inisiatif pemerintah melalui Badan Gizi Nasional, dengan tujuan untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia, sekaligus menciptakan generasi emas yang kuat, sehat, dan cerdas. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan di wilayah.

Dandim menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi. Dengan program ini, diharapkan anak-anak bisa memahami pentingnya pola makan sehat dan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan fisik dan mental mereka.

“Anak-anak adalah harapan bangsa. Dengan tubuh dan pikiran yang sehat, mereka akan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan negara,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Puspo Wardoyo, pendiri Wong Solo Group dan penggerak Yayasan Bangun Gizi Nusantara, menyatakan bahwa pada hari itu timnya mendistribusikan 12 ribu porsi makanan bergizi untuk siswa TK, SD, SMP, hingga SMA di sekitar Kecamatan Gagaksipat.

“Kami senang bisa berpartisipasi dalam membantu pemenuhan gizi siswa-siswa di Kecamatan Gagaksipat, sesuai dengan visi dan misi Presiden Prabowo untuk meningkatkan asupan nutrisi generasi muda Indonesia,” ujar Puspo.

Yayasan Bangun Gizi Nusantara mengelola dua SPPG (Sentra Pengelolaan Pangan Gizi) Gagaksipat dan memberdayakan lebih dari 150 karyawan, yang sebagian besar berasal dari warga sekitar. Mereka telah menjalani pelatihan dalam pengelolaan dapur dengan standar BGN yang mengutamakan kebersihan, ketertiban, dan akuntabilitas. Tim Wong Solo Group yang berpengalaman selama 30 tahun di industri kuliner turut mendukung pengelolaan dapur ini.

Puspo juga menambahkan bahwa untuk mendukung operasional SPPG, Yayasan Bangun Gizi Nusantara memberdayakan sumber pasokan dari petani, peternak, dan pedagang lokal. Setiap hari, tiap dapur memerlukan lebih dari 300 kg daging, 250 kg sayuran, ratusan telur ayam, dan 530 kg buah-buahan.

Dengan adanya SPPG Gagaksipat, diharapkan pemberdayaan ekonomi lokal bisa terwujud sesuai dengan harapan Presiden Prabowo.


Pilihan Untukmu