Gunung Kemukus Sragen: Wisata Religi Terselubung Masalah Sosial, Peredaran Miras dan Seks Bebas Masih Marak Gunung Kemukus Sragen
Bratapos / Daerah

Gunung Kemukus Sragen: Wisata Religi Terselubung Masalah Sosial, Peredaran Miras dan Seks Bebas Masih Marak

Terbit : 14-Nov-2024, 15:35 WIB // Pewarta : Arifin, Editor : Arifin // Viewers : 164 Kali

Sragen||jateng.bratapos.com – Gunung Kemukus yang terletak di Sumberlawang dan Miri, Sragen, yang kini dikenal sebagai destinasi wisata religi, masih menyisakan sejumlah masalah sosial yang cukup serius. Meskipun kawasan ini telah diubah menjadi objek wisata religi, berdasarkan pengakuan salah satu pengunjung, Yanto, pada Senin (11/11/2024), peredaran minuman keras (miras) oplosan dan ilegal tetap marak terjadi di kawasan tersebut.

“Ya, mas, itu jelas oplosan. Saya sering minum, paham betul minuman asli dan yang tidak,” ujar Yanto, yang mengaku membeli minuman keras di sekitar Gunung Kemukus. Menurutnya, meskipun Gunung Kemukus sudah diubah statusnya menjadi destinasi wisata religi, praktik peredaran miras ilegal masih berlangsung bebas di beberapa tempat di sekitar area wisata.

Yang lebih memprihatinkan, praktik hubungan seks bebas yang dulu erat kaitannya dengan masa lalu Gunung Kemukus sebagai tempat maksiat, ternyata masih terjadi hingga saat ini. Beberapa warung remang-remang yang ada di sekitar kawasan wisata ini diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas tersebut.

Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama pengunjung yang datang dengan tujuan untuk berziarah dan menjalani kegiatan religius. Banyak di antara mereka yang mengharapkan adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk membersihkan citra buruk Gunung Kemukus, agar kawasan ini benar-benar dapat mencerminkan nilai-nilai religius sesuai dengan konsep wisata yang diusung.

Masalah ini semakin kompleks dengan adanya peredaran miras ilegal dan kegiatan seks bebas yang terjadi di beberapa warung remang-remang yang beroperasi di sekitar kawasan wisata. Aktivitas-aktivitas ini jelas bertentangan dengan nuansa religius yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah. Banyak pihak mempertanyakan upaya pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dalam mengatasi masalah ini dan menjaga agar kawasan wisata tersebut sesuai dengan visi wisata religi yang ingin dibangun.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Miri belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait laporan tentang peredaran miras oplosan dan praktik negatif lainnya di Gunung Kemukus. Meskipun wartawan Berita Istana telah mencoba menghubungi Polsek Miri untuk meminta klarifikasi, hingga saat ini belum ada jawaban yang diberikan.

Masyarakat setempat berharap agar pihak berwenang, seperti Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pemerintah daerah, segera turun tangan untuk menertibkan kawasan wisata Gunung Kemukus. Diharapkan adanya tindakan nyata untuk menghentikan peredaran miras ilegal, serta menindak tegas praktik-praktik yang tidak sesuai dengan citra religi yang diinginkan. Hal ini penting agar Gunung Kemukus dapat menjadi tempat yang benar-benar mendukung nilai-nilai keagamaan dan memberikan pengalaman wisata religi yang positif bagi para pengunjung.

Namun, hingga kini, belum ada langkah signifikan dari pihak terkait untuk menangani masalah tersebut. Keberlanjutan masalah ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pengunjung yang berharap Gunung Kemukus bisa benar-benar menjadi tempat yang sesuai dengan tujuan wisata religi yang telah diupayakan pemerintah.

Dilansir dari: matajateng


Pilihan Untukmu