Jakarta || jateng.bratapos.com – Presiden Prabowo Subianto, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan lagi memberikan jalur khusus bagi tenaga honorer dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai tahun 2025. Kebijakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada 17 Maret 2025 terkait pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
“Seleksi PPPK tahun 2024 ini merupakan afirmasi terakhir yang diberikan kepada tenaga honorer,” ujar Prasetyo. Dengan perubahan tersebut, seluruh masyarakat, termasuk tenaga honorer swasta, kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi PPPK 2025 secara terbuka. Namun, batas usia maksimal pelamar tetap dibatasi hingga 35 tahun sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 masih menunggu keputusan Presiden.
Ia menjelaskan bahwa saat ini proses pengangkatan CPNS 2024 masih berjalan, sehingga belum ada kepastian jadwal pembukaan seleksi tahun depan. “Kita harus selesaikan dulu yang 2024 supaya tidak menumpuk,” ujar Rini.
Rini juga menambahkan bahwa dengan bertambahnya 14 kementerian baru dalam Kabinet Merah Putih, Kementeriannya perlu melakukan pemetaan ulang terhadap kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menyesuaikan formasi yang tersedia. Hal ini akan berdampak pada komposisi dan skema penerimaan CPNS ke depan.
Kebijakan penghapusan jalur khusus honorer ini disambut beragam oleh masyarakat. Di satu sisi, tenaga honorer negeri merasa kehilangan peluang istimewa yang selama ini diberikan.
Namun di sisi lain, terbukanya peluang seleksi bagi pelamar umum dinilai sebagai langkah menuju sistem rekrutmen ASN yang lebih adil, transparan, dan kompetitif.