Karnaval Anti-Bullying Salatiga: Wujud Pendidikan Berbasis Karakter Karnaval Anti-Bullying Salatiga
Bratapos / Daerah

Karnaval Anti-Bullying Salatiga: Wujud Pendidikan Berbasis Karakter

Terbit : 19-Nov-2024, 20:33 WIB // Pewarta : Arifin, Editor : Arifin // Viewers : 132 Kali

Salatiga||jateng.bratapos.com – Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menekankan pentingnya pendidikan anti-bullying sejak dini untuk membekali siswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat. Hal ini disampaikan saat menghadiri Karnaval Anti Perundungan Jenjang Pendidikan Dasar se-Kota Salatiga, Selasa (19/11/2024).

Acara yang dimulai dari depan Kantor Dinas Pendidikan dan berakhir di Lapangan SMPN 2 Salatiga tersebut melibatkan 33 sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga PNF dengan total partisipasi sekitar 5.000 siswa. Karnaval ini dirancang tidak hanya sebagai kampanye anti-bullying, tetapi juga sebagai ajang promosi kreativitas siswa melalui seni dan budaya.

“Selain untuk mengampanyekan gerakan anti-bullying, kegiatan ini dirancang untuk mempromosikan kreativitas siswa melalui pertunjukan seni dan budaya, sekaligus memperkenalkan Salatiga sebagai kota yang ramah dan berbudaya,” ujar Yasip.

“Kegiatan ini menjadi upaya penting dalam meningkatkan kesadaran anti-bullying di tingkat pendidikan dasar dan menengah,” tambahnya.

Turut hadir dalam acara ini adalah Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar Provinsi Jawa Tengah, mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, jajaran Forkopimda, Sekda Kota Salatiga beserta kepala OPD, tokoh masyarakat, dan pemerhati pendidikan.

Yasip juga memberikan apresiasi kepada panitia dan pihak-pihak yang terlibat, serta kepada siswa yang menampilkan kreativitas mereka melalui berbagai pertunjukan selama karnaval berlangsung.

"Saya berharap acara ini dapat menjadi pemantik pengarusutamaan isu anti-bullying dalam pendidikan. Apresiasi juga untuk kreativitas siswa yang ditampilkan melalui berbagai pertunjukan karnaval," ujarnya.

Menurut Yasip, pendidikan dasar adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai anti-bullying. Pemahaman ini diharapkan menjadi bekal siswa, tidak hanya untuk menempuh pendidikan lebih tinggi tetapi juga untuk membangun sikap dan perilaku yang positif di masyarakat.

Karnaval Anti-Bullying ini menjadi salah satu langkah nyata Salatiga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, kreatif, dan berbasis karakter.


Pilihan Untukmu