Demak || jateng.bratapos.com – Pemerintah pusat menetapkan proyek normalisasi Sungai Wulan yang melintasi wilayah Kabupaten Demak dan Kudus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), guna mengantisipasi bencana banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa normalisasi Sungai Wulan merupakan salah satu program prioritas nasional, terutama sebagai tindak lanjut atas banjir besar yang sempat merusak tanggul Norowito beberapa waktu lalu.
“Normalisasi ini dimulai dari hilir agar aliran air dari hulu dapat mengalir lancar hingga ke laut. Program ini menjadi tanggung jawab BBWS Pemali Juana,” ujar Eisti’anah dalam rapat koordinasi dan sosialisasi proyek di Gedung Grhadika Bina Praja, Selasa (16/4/2025).
Proyek normalisasi Sungai Wulan akan dilakukan dalam tiga tahap, dimulai dari Tanggulangin hingga ke muara laut dengan panjang total sekitar 30 kilometer. Pengerjaannya telah dimulai sejak September 2024 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Eisti’anah menyebutkan bahwa salah satu tantangan utama proyek ini adalah keberadaan permukiman warga di bantaran sungai. Oleh karena itu, pihaknya akan menggandeng pemerintah desa untuk melakukan sosialisasi dan pendataan warga yang terdampak, serta menyiapkan relokasi dan ganti rugi.
“Kami sudah berdiskusi dengan kepala desa, dan masyarakat diharapkan bisa dilibatkan dalam proses ini, termasuk dalam tahapan relokasi dan pembangunan fasilitas pengganti,” ujarnya.
Sementara itu, PPK BBWS Pemali Juana, Fuad Kurniawan, menyampaikan bahwa upaya normalisasi ini mencakup pengerukan sedimentasi dan pelebaran alur sungai. Hal ini bertujuan mengembalikan kapasitas tampung sungai seperti kondisi alaminya.
“Dulu Sungai Wulan itu seperti mangkuk, kini berubah seperti piring karena sedimentasi tinggi. Kami berupaya mengembalikannya agar mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal,” jelas Fuad.
Ia menambahkan, pengerjaan saat ini difokuskan pada segmen muara hingga Karanganyar. Sementara untuk wilayah Wilalung hingga Bendung Klambu akan dikerjakan setelah evaluasi volume dan anggaran.
Sebagai strategi pengendalian banjir, aliran air kini lebih difokuskan ke Sungai Wulan dibandingkan Sungai Juwana, mengingat banyaknya permukiman warga di sepanjang aliran Juwana.
Dengan proyek ini, diharapkan bencana banjir yang kerap melanda Demak dan Kudus dapat diminimalisir, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar aliran sungai.