NPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Jawa Barat NPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Jawa Barat
Bratapos / Daerah

NPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Jawa Barat

Terbit : 30-Nov-2024, 11:16 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 408 Kali

Bandung||jateng.bratapos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (29/11/2024). Rakor ini bertujuan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus mengantisipasi libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Jawa Barat.

Dalam arahannya, Suharyanto memaparkan empat strategi utama untuk penanganan banjir, khususnya di wilayah Bandung:

  1. Penetapan Status Siaga Darurat
    Daerah dengan risiko bencana tinggi didorong menetapkan status siaga darurat berdasarkan prediksi hujan dari BMKG. Langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas pihak demi kepentingan masyarakat.
  2. Apel Kesiapsiagaan
    Pemeriksaan personel, logistik, dan peralatan dilakukan sebelum puncak musim hujan guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.
  3. Kesiapsiagaan Berdasarkan Rencana Kontinjensi
    Langkah ini menyesuaikan dengan karakteristik dan riwayat bencana di masing-masing daerah. Edukasi masyarakat mengenai jalur dan tempat evakuasi juga menjadi prioritas.
  4. Penetapan Status Tanggap Darurat di Daerah Terdampak
    Langkah percepatan dalam kondisi darurat mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, mengapresiasi langkah cepat BNPB dalam menangani banjir di Kabupaten Bandung, yang sejak 21 November 2024 melanda delapan desa, termasuk Bojongsari, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot. Banjir tersebut menewaskan satu orang, melukai empat lainnya, dan mengakibatkan lebih dari 3.100 keluarga terdampak. Hingga Jumat (29/11), banjir masih menggenangi beberapa area dengan ketinggian air mencapai 10-70 cm.

Sebagai respons, Deputi Penanganan Darurat Lukmansyah dan Deputi Logistik dan Peralatan Lilik Kurniawan mengunjungi lokasi terdampak untuk berdialog dengan warga. Meski banjir mulai surut, hujan intensitas tinggi masih berpotensi memicu luapan air di sekitar tanggul.

BNPB juga memberikan dukungan logistik, termasuk perahu, sembako, makanan bayi, hygiene kit, tenda pengungsi, kasur, dan alat penerangan. Dana Siap Pakai (DSP) senilai total Rp4,15 miliar juga dialokasikan, dengan Kabupaten Bandung menerima Rp300 juta dan BPBD Jawa Barat Rp250 juta.

Selain itu, BNPB menegaskan komitmennya mendukung daerah terdampak melalui kolaborasi dengan BPBD dan unsur Forkopimda Jawa Barat. Anggota DPR RI dan berbagai instansi terkait turut hadir dalam rakor ini, memperkuat koordinasi demi kesiapan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.


Pilihan Untukmu