Pameran Pertanahan Tanah Kasultanan 2024 Resmi Dibuka untuk Optimalkan Pemanfaatan dan Kesejahteraan Masyarakat Pameran Pertanahan Tanah Kasultanan 2024
Bratapos / Daerah

Pameran Pertanahan Tanah Kasultanan 2024 Resmi Dibuka untuk Optimalkan Pemanfaatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Terbit : 15-Nov-2024, 09:27 WIB // Pewarta : Arifin, Editor : Arifin // Viewers : 178 Kali

Yogyakarta||jateng.bratapos.com - Pameran Pertanahan Tanah Kasultanan 2024 resmi dibuka pada Kamis (14/11) di Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-Alun Kidul, Yogyakarta. Pameran yang berlangsung dari 14 hingga 16 November 2024 ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah, peran, dan tantangan dalam pengelolaan Tanah Kasultanan (Sultanaatgrond), serta mendorong pemanfaatannya untuk kesejahteraan masyarakat.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah DIY melalui Paniradya Kaistimewaan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, bersama dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kegiatan ini menawarkan berbagai instalasi yang menggambarkan perjalanan sejarah Tanah Kasultanan, dari masa lalu hingga sekarang, dan menjelaskan bagaimana tanah ini dimanfaatkan oleh masyarakat Yogyakarta.

Pada saat pembukaan, Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho membacakan sambutan dari Gubernur DIY, yang menekankan pentingnya Tanah Kasultanan sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Yogyakarta sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Aris Eko Nugroho menjelaskan bahwa Tanah Kasultanan telah lama menjadi sumber daya yang mendukung kehidupan masyarakat, baik untuk tempat tinggal maupun untuk aktivitas ekonomi. Hak pinjam pakai atas tanah ini sudah ada sejak pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I dan terus berlanjut hingga saat ini.

Pameran Pertanahan ini menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk talk show, pameran display, klinik konsultasi, dan question box. Klinik konsultasi terbagi menjadi tiga tema, yaitu konsultasi tentang Tanah Kasultanan, layanan permohonan HGB (Hak Guna Bangunan) atau Hak Pakai, serta konsultasi mengenai pemanfaatan Tanah Kalurahan.

Berbagai infografis yang ditampilkan di pameran ini mencakup sejarah dan persebaran pemanfaatan Tanah Kasultanan, fakta dan mitos pertanahan, fasilitas umum yang ada di atas Tanah Kasultanan, jenis-jenis pemanfaatan tanah, serta prosedur permohonan pemanfaatan tanah dan perhitungan pisungsung.

Pameran ini dibuka untuk umum tanpa biaya tiket masuk dan dapat dikunjungi mulai pukul 09.00-16.00 WIB di Sasana Hinggil Dwi Abad. Diharapkan, pameran ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan Tanah Kasultanan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di DIY.


Pilihan Untukmu