Yogyakarta||jateng.bratapos.com – Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, menegaskan pentingnya melestarikan kesenian wayang sebagai warisan budaya adiluhung dalam acara Pelantikan Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) DIY Periode 2024-2029, yang berlangsung di Pendopo Dinas Kebudayaan DIY, Jumat (22/11). Acara ini juga dirangkai dengan Gelar 50 Dalang Baratayuda, sebuah pertunjukan spektakuler yang menggambarkan nilai luhur wayang.
Dalam sambutannya, Beny menekankan bahwa wayang bukan sekadar seni pertunjukan tradisional, melainkan pusaka budaya yang mengandung filosofi kehidupan, pelajaran moral, dan karakter kepemimpinan. "Wayang telah diakui UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Dunia. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga eksistensinya," ujar Beny.
Beny mengungkapkan kekhawatirannya terhadap semakin berkurangnya perhatian generasi muda terhadap kesenian tradisional ini. “Generasi muda kita kini lebih akrab dengan layar gawai daripada layar kelir. Padahal, wayang adalah media pendidikan yang dahulu digunakan untuk membentuk karakter para pemimpin besar bangsa,” tambahnya.
Kepada pengurus baru PEPADI DIY, Beny memberikan pesan mendalam agar mereka mampu menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur wayang. Ia berharap melalui pergelaran wayang, pesan-pesan moral, kearifan lokal, dan identitas budaya Jawa dapat terus disampaikan kepada masyarakat.
"Wayang mengajarkan kita tentang kebijaksanaan, strategi, dan nilai kemanusiaan. Lewat regenerasi ini, saya harap PEPADI DIY mampu menghidupkan kembali rasa bangga masyarakat terhadap budaya kita," katanya.
Sebagai langkah konkret, Beny juga mendorong kolaborasi antara PEPADI, pemerintah, dan pelaku seni untuk mengenalkan wayang kepada generasi muda. Program edukasi melalui sekolah, digitalisasi seni pertunjukan, dan penggunaan media sosial dianggap sebagai solusi yang relevan di era modernisasi ini.
Di tengah globalisasi, Beny menekankan pentingnya menjaga identitas Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa. Melalui pelestarian wayang, ia yakin nilai-nilai luhur budaya bangsa akan terus menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan karakter masyarakat.
"Jangan sampai Yogyakarta kehilangan identitasnya, dan jangan sampai Indonesia kehilangan akar budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita," tutup Beny.
Acara pelantikan ini juga diisi dengan pertunjukan 50 dalang yang membawakan lakon Baratayuda, menampilkan kekayaan filosofi dan estetika seni pedalangan yang memukau hadirin.