Pemprov Jateng Berkomitmen Berikan Tali Asih Penghafal Quran Foto : Acara Haflah Akbar Khotmil Quran dan pencatatan rekor MURI yang berlangsung di Gedung Jam'iyatul Hujjaj Kudus pada Minggu (23/02/2025).
Bratapos / Daerah

Pemprov Jateng Berkomitmen Berikan Tali Asih Penghafal Quran

Terbit : 25-Feb-2025, 20:07 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 167 Kali

Kudus || jateng.bratapos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap berkomitmen memberikan tali asih bagi anak-anak penghafal Al-Quran 30 Juz, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Komitmen ini diungkapkan dalam acara Haflah Akbar Khotmil Quran dan pencatatan rekor MURI yang berlangsung di Gedung Jam'iyatul Hujjaj Kudus pada Minggu, 23 Februari 2025.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dukungan ini akan terus diberikan sebagai bentuk penghargaan bagi para penghafal Al-Quran. " Komitmen kami kepada para penghafal Al-Quran tetap sama, yaitu memberikan tali asih kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Quran 30 juz," ujar Gus Yasin.

Acara ini juga merupakan bagian dari program prioritas Wakil Gubernur bersama Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan merata, termasuk untuk penghafal Al-Quran. Selain itu, program ini juga mencakup peningkatan kesejahteraan guru dan pemberian beasiswa bagi siswa miskin, guru, santri, serta penghafal Al-Quran yang berprestasi.

Haflah Khotmil Quran yang diikuti oleh lebih dari 3.230 santri Rumah Tahfidz Al-Quran (RTQ) se-Kabupaten Kudus ini berhasil memecahkan rekor MURI dalam kategori Pelafalan Huruf Hijaiyyah Metode Yanbu'a dengan peserta terbanyak.

 Gus Yasin mengapresiasi acara ini dan berharap dapat memotivasi lebih banyak anak-anak untuk mengaji dan menghafal Al-Quran dengan bacaan yang benar. " Semoga acara ini memberi semangat agar isi Al-Quran bisa diamalkan dengan baik," tambahnya.

Salah seorang peserta, Sahila dari RTQ Al-Amanatul Akhyar, menyampaikan kebahagiaannya menjadi bagian dari acara tersebut. "Seneng sekali, saya belajar sampai empat tahun, saya ingin jadi hafizah," ungkapnya. Acara ini juga mengundang haru bagi Ida Almunfaridza, seorang ustazah, yang menganggap momen ini bersejarah.

"Ini baru pertama kali untuk LMY di Kudus. Rasanya terkesan, bangga bisa ikut acara ini," tuturnya. Ida juga menjelaskan bahwa metode Yanbu'a mengajarkan cara membaca, menulis, dan menghafal Al-Quran dengan mudah dan cepat.


Pilihan Untukmu