PT Beurer Indonesia Technology Resmi Beroperasi di Kendal PT Beurer Indonesia Technology Resmi Beroperasi di Kendal
Bratapos / Daerah

PT Beurer Indonesia Technology Resmi Beroperasi di Kendal

Terbit : 25-Oct-2024, 12:59 WIB // Pewarta : Arifin, Editor : Arifin // Viewers : 217 Kali

Kendal||jateng.bratapos.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, meresmikan PT Beurer Indonesia Technology, perusahaan alat kesehatan asal Jerman, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabupaten Kendal. Perusahaan ini tidak hanya berfungsi sebagai produsen, tetapi juga sebagai distributor alat kesehatan untuk negara-negara Asia.

Dalam sambutannya, Sekda Sumarno berharap kehadiran PT Beurer dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. "Mudah-mudahan, ini mempercepat pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan di KEK Kendal," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa PT Beurer berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar melalui program corporate social responsibility (CSR), yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Promosi Wilayah Amerika dan Eropa Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI, Sri Endang Novitasari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memfasilitasi PT Beurer dengan KEK sejak tahun 2021. “Kami mulai dari kunjungan untuk membandingkan lokasi investasi di sejumlah negara Asia, hingga akhirnya memilih membangun perusahaan di Kendal, Jateng,” jelasnya.

Sri Endang juga menambahkan bahwa PT Beurer Indonesia memiliki potensi pasar yang besar. Produk dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan alat kesehatan, sementara 80% masih bergantung pada produk impor. “Jumlah tenaga kerja yang terserap PT Beurer Indonesia sekitar 50-100 orang, karena mereka memang berteknologi tinggi dengan nilai investasi Rp179 miliar,” katanya.

Lucia Rizka Andalucia, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menyatakan bahwa kehadiran PT Beurer di Kendal akan mendukung upaya pemerintah dalam memajukan industri kesehatan. “Dengan adanya Pabrik Beurer, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan meningkatkan produksi alat kesehatan secara mandiri,” ungkapnya.

Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 8.000 m² ini akan memproduksi berbagai alat kesehatan, seperti termometer, alat tensi, oksimeter, lampu terapi, pelembab udara (humidifier), timbangan, alat pijat, dan produk lainnya.


Pilihan Untukmu