Canangkan Desa Cantik 2026, Pemkab Blora dan BPS Pilih Tiga Desa Percontohan Bupati Blora Sosialiasi dan Pencanangan Tiga Desa Cantik di Blora (Ist/Bratapos)
Bratapos / Pemerintahan

Canangkan Desa Cantik 2026, Pemkab Blora dan BPS Pilih Tiga Desa Percontohan

Terbit : 21-Apr-2026, 15:43 WIB // Pewarta : jateng, Editor : jateng // Viewers : 15 Kali

Blora - Pemerintah Kabupaten Blora bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi statistik sekaligus memperkuat pembangunan berbasis data hingga tingkat desa. 

Pencanangan tersebut dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora, Selasa (21/4/2026). 

Kepala BPS Kabupaten Blora, Rukhedi, mengatakan bahwa program Desa Cantik merupakan langkah strategis BPS untuk menghadirkan data desa yang lebih akurat dan berkualitas sebagai dasar pembangunan daerah. 

“Jadi, Insya Allah, nanti kita harapkan dengan Desa Cantik ini, tiap desa bisa menghadirkan data yang berkualitas, dan nanti pada akhirnya akan menjadi sumber data pembangunan, baik dari sisi perencanaan, maupun evaluasi,” jelas Rukhedi. 

Acara ini dihadiri dan dicanangkan langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman. Turut hadir Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windrati, Plt Kepala Bapperida yang diwakili Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Hajar Ahmad Chusaini, Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfo Blora Sri Widayaningsih, serta sejumlah camat dan kepala desa yang menjadi lokus program tahun ini. 

Tiga desa terpilih sebagai lokus sekaligus percontohan Desa Cantik 2026, yakni Desa Gayam Kecamatan Bogorejo, Desa Bogowanti Kecamatan Ngawen, dan Desa Kapuan Kecamatan Cepu. 

Masing-masing desa menerima piagam pencanangan Desa Cantik yang ditandatangani langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman dan Kepala BPS Blora bersama pimpinan OPD terkait. 

Dalam arahannya, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa desa kini bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama pembangunan yang harus didukung dengan data yang valid dan akurat. 

(Hab/Bratapos)


Pilihan Untukmu