Sikap Staf Gibran di Masjid Jadi Sorotan, Warganet Pertanyakan Etika Menggusur Jemaah Sikap Staf Wapres Gibran di Masjid yang Tengah Viral
Bratapos / Daerah

Sikap Staf Gibran di Masjid Jadi Sorotan, Warganet Pertanyakan Etika Menggusur Jemaah

Terbit : 18-Dec-2024, 19:13 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 153 Kali

Solo||jateng.bratapos.com - Tindakan staf Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, menuai kritik warganet setelah sebuah video beredar di TikTok pada 14 Desember 2024. Dalam video yang diunggah akun @suhud262626, tampak sejumlah orang yang diduga staf Gibran memasuki masjid dan meminta jemaah di saf depan untuk berpindah tempat demi memberi ruang bagi Gibran dan rombongannya di saf kedua.

Gibran terlihat mengenakan batik berwarna biru tua dan cokelat serta peci hitam, berdiri diam saat stafnya sibuk mengatur posisi jemaah. Tindakan tersebut kemudian menjadi perbincangan setelah akun X @ferizandra membagikan ulang video itu, mempertanyakan etika dan hukum mendahulukan pejabat di saf masjid.

“Bagaimana konsepnya orang yang datang belakangan menggusur jemaah yang sudah lebih dulu berada di masjid?” tulis akun tersebut.

Dalam diskusi di kolom komentar, seorang warganet membagikan potongan ceramah Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, yang menegaskan bahwa tindakan mendahulukan pejabat di saf masjid dengan menggusur orang lain adalah haram.

“Kalau menggeser orang, meminta minggir karena ada pejabat, itu haram. Semua orang punya hak yang sama untuk mendekatkan diri kepada Allah,” jelas Buya Yahya dalam ceramahnya.

Kontroversi ini menimbulkan diskusi tentang etika pejabat dalam menjaga kesetaraan di tempat ibadah.


Pilihan Untukmu