Tantangan Penafsiran Alquran di Era Digital Foto : Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, membuka Seminar Dinamika Penafsiran Alquran sebagai Peluang dan Tantangan di Era Digital.
Bratapos / Daerah

Tantangan Penafsiran Alquran di Era Digital

Terbit : 07-Jan-2025, 20:56 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 230 Kali

Yogyakarta||jateng.bratapos.com - Teknologi digital kini membuka akses yang lebih mudah bagi umat Islam untuk mempelajari Alquran. Dengan transformasi mushaf Alquran dan kitab tafsir yang sebelumnya berbentuk fisik menjadi format digital seperti website, kajian agama semakin mudah diakses. Namun, perubahan ini juga membawa tantangan baru dalam hal akurasi dan pemahaman tafsiran Alquran.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, mengungkapkan hal tersebut saat membuka Seminar Dinamika Penafsiran Alquran sebagai Peluang dan Tantangan di Era Digital, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusat Pengembangan Islam Mataram (YPPIM) pada Selasa (7/1) di Asrama Haji Yogyakarta. Menurut Sri Paduka, meskipun era digital mempermudah akses, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait penyebaran informasi yang kurang bertanggung jawab serta beragamnya penafsiran yang mungkin tidak sesuai dengan prinsip Islam yang benar.

Sri Paduka berharap seminar ini dapat menjadi forum untuk mendiskusikan tantangan yang dihadapi serta mencari solusi yang tepat agar penafsiran Alquran tetap akurat, relevan, dan bermanfaat. Ia menekankan pentingnya memastikan tafsiran Alquran tidak hanya mampu menjawab tantangan zaman, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat yang berbudi pekerti luhur, damai, dan sejahtera, dengan tetap berpegang pada ajaran Islam yang fundamental.


Pilihan Untukmu