Tewas, Siswa SMK 4 Semarang Diduga Ditembak Oknum Polisi Siswa SMK di Semarang Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi
Bratapos / Daerah

Tewas, Siswa SMK 4 Semarang Diduga Ditembak Oknum Polisi

Terbit : 26-Nov-2024, 09:12 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 169 Kali

Semarang||jateng.bratapos.com - Seorang siswa SMK 4 Semarang yang juga anggota Paskibra, berinisial GRO (kelas XI Teknik Mesin 2), meninggal dunia pada Minggu (24/11/2024) dini hari. Korban diduga tewas akibat luka tembak yang dilakukan oleh oknum polisi, berdasarkan informasi yang berkembang di media sosial dan penuturan keluarga korban.

GRO dilaporkan terkena tembakan di bagian pinggul pada Sabtu malam, dan sempat dilarikan ke IGD RSUP dr Kariadi Semarang. Namun, nyawanya tak tertolong, dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.58 WIB. Pemakaman korban telah dilakukan di kampung halamannya di Sragen pada Minggu sore.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan bahwa peristiwa terjadi ketika GRO bersama seorang temannya, S, melintas di malam kejadian. Kendaraan mereka diduga bersenggolan dengan seorang anggota polisi. Insiden tersebut berujung pada penembakan, di mana peluru mengenai pinggul GRO dan melukai tangan rekannya, S.

Aditya Kandu, staf Humas RSUP dr Kariadi Semarang, membenarkan bahwa korban sempat dirawat di IGD sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait tindakan medis yang dilakukan terhadap korban.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyarankan agar kasus ini dirujuk langsung ke Kapolrestabes Semarang. Kombes Pol Dwi Subagio, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, juga mengonfirmasi adanya peristiwa ini, namun meminta detailnya ditanyakan ke Polrestabes Semarang.

Insiden ini memicu kemarahan dan duka di masyarakat, terutama karena melibatkan seorang pelajar yang dikenal aktif dalam kegiatan sekolah. Banyak pihak mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.

Polda Jawa Tengah diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta-fakta dan memastikan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dalam pelaksanaan tugas aparat keamanan.

Dilansir dari: inews semarang


Pilihan Untukmu