Tiga Murid TK di Rembang Dikeluarkan karena Perbedaan Pilihan Politik Orang Tua Ketiga Wali Murid yang Berbeda Pilihan dengan Pihak Sekolahan
Bratapos / Daerah

Tiga Murid TK di Rembang Dikeluarkan karena Perbedaan Pilihan Politik Orang Tua

Terbit : 25-Nov-2024, 09:45 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 151 Kali

Rembang||jateng.bratapos.com - Tiga murid Taman Kanak-Kanak (TK) Darul Fiqri di Dukuh Cikalan, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rembang, mengalami nasib pahit setelah dikeluarkan dari sekolah. Keputusan ini diduga terkait perbedaan pilihan politik antara orang tua murid dengan pihak yayasan sekolah.

Ketiga murid tersebut, Icha, Bian, dan Chacha, terpaksa meninggalkan sekolah setelah orang tua mereka menolak arahan untuk memilih pasangan calon (Paslon) tertentu dalam Pilkada Rembang 2024.

Ambarwati, ibu dari Icha, mengungkapkan bahwa pihak sekolah meminta dirinya untuk memilih Paslon nomor urut 02. Namun, karena ia berpegang teguh pada pilihannya sendiri, anaknya dikeluarkan dari sekolah.

"Pada hari Kamis, kami didatangi Pak Joko Suryanto bersama Bu Umi dan Bu Ima, guru anak saya. Pak Joko bilang, kalau anaknya mau tetap sekolah di TK Darul Fiqri, orang tuanya harus mencoblos nomor 02. Kalau tidak, harus keluar," ungkap Ambarwati pada Sabtu (23/11/2024).

Ia menambahkan bahwa ia tetap pada pilihannya karena meyakini bahwa perbedaan politik adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya berimbas pada hak pendidikan anak-anak.

Senada dengan itu, Jamilah, ibu dari Chacha, juga mengaku kaget ketika mendapati nama anaknya dicoret dari daftar peserta didik setelah ia menyatakan dukungan kepada Paslon nomor 01.

"Katanya kalau saya tidak pilih nomor 02, anak saya harus dikeluarkan. Saya menolak karena saya tetap dengan pilihan saya. Lalu mereka bilang maaf, anak saya tidak bisa bersekolah lagi," ujar Jamilah.

Saat awak media mencoba meminta klarifikasi, TK Darul Fiqri tampak sepi tanpa aktivitas. Kepala TK Darul Fiqri juga belum memberikan keterangan resmi, hanya menyatakan bahwa klarifikasi akan diberikan jika awak media datang langsung ke sekolah.

Kasus ini memicu perhatian publik, terutama terkait pelanggaran hak anak atas pendidikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yayasan maupun instansi terkait.

Dilandir dari: mitrapost.com


Pilihan Untukmu