Banjir Bandang Terjang Demak, 2 Tanggul Jebol Foto : Jebolnya tanggul pertama terjadi pada Senin malam, 20 Januari 2025.
Bratapos / Daerah

Banjir Bandang Terjang Demak, 2 Tanggul Jebol

Terbit : 22-Jan-2025, 11:19 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 141 Kali

Demak || jateng.bratapos.com – Warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diguncang bencana banjir akibat jebolnya dua tanggul di sungai-sungai besar yang melintasi daerah tersebut. Banjir terjadi setelah meluapnya air di Sungai Cabean dan Sungai Tuntang, yang mengakibatkan tanggul-tanggul di kedua sungai tersebut jebol dalam kurun waktu yang berdekatan, mulai malam hingga pagi hari ini.

Jebolnya tanggul pertama terjadi pada Senin malam, 20 Januari 2025, sekitar pukul 23.05 WIB, ketika tanggul Sungai Cabean di Desa Tlogoweru jebol sepanjang 20 meter. Ketinggian air yang terus meningkat akibat hujan deras mengakibatkan tekanan besar pada tanggul, sehingga menyebabkan robeknya struktur penahan air tersebut. Tak lama setelah itu, pada Selasa pagi, 21 Januari 2025, kejadian serupa terjadi pada tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung. Tanggul tersebut jebol sepanjang 15 meter, memperparah kondisi banjir di daerah tersebut.

Akibat jebolnya kedua tanggul tersebut, banjir besar melanda beberapa desa di sekitarnya. Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh BPBD Demak pada pukul 11.00 WIB, setidaknya 1.420 jiwa dan 703 rumah warga terdampak banjir. Tiga desa yang paling parah terdampak adalah Desa Tlogoweru, Bogosari, dan Kebonagung. Warga di ketiga desa ini kini terpaksa mengungsi atau tinggal di lokasi yang lebih aman, sementara rumah dan lahan mereka terendam banjir setinggi beberapa meter.

BPBD Demak bersama jajaran pemerintah setempat dan relawan sedang berupaya melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga yang terdampak, pemberian bantuan makanan dan kebutuhan dasar, serta penyelamatan harta benda yang masih dapat diselamatkan. Pihak berwenang juga telah mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi.

Kejadian ini semakin menunjukkan kerentanannya daerah-daerah pesisir dan sepanjang bantaran sungai terhadap ancaman banjir saat musim hujan. Pemerintah daerah kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol dan mencegah banjir lebih lanjut yang dapat merusak lebih banyak infrastruktur dan mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Diharapkan langkah-langkah mitigasi akan segera diambil agar bencana serupa tidak terulang di masa depan, dan untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga. Sementara itu, upaya pemulihan dan penanggulangan bencana terus dilakukan dengan prioritas untuk menyelamatkan jiwa manusia dan memberikan bantuan yang dibutuhkan korban banjir.


Pilihan Untukmu