Demak || jateng.bratapos.com - Banjir yang melanda ribuan rumah di Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian air di beberapa lokasi bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter, merendam rumah warga, sawah, sekolah, tempat ibadah, serta perkantoran akibat hujan deras yang disertai air rob dan masalah drainase.
Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, S.E., M.Si., M.M., yang ditemui pada Kamis (06/02), mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan Koramil yang wilayahnya terdampak banjir untuk terus memantau dan melaporkan perkembangan situasi. Hal ini dilakukan agar jika ketinggian air meningkat, tindakan cepat dapat segera diambil. "Saat ini, wilayah Kecamatan Karangtengah sudah mengalami sedikit penurunan air, namun di Kecamatan Sayung, tinggi air masih mencapai 80 cm," ujar Dandim.
Dandim juga menjelaskan bahwa jika hujan masih terus turun, ketinggian air diperkirakan akan bertambah, karena rob yang naik ke daratan menghambat aliran air ke laut. Di Kecamatan Karangtengah, lima desa mengalami dampak serius, dengan ratusan rumah terendam, seperti di Desa Batu yang mencatatkan 930 rumah terendam. Meskipun beberapa warga telah kembali ke rumah mereka, banjir masih mengancam.
Sementara itu, di Kecamatan Sayung, banjir dan rob masih cukup tinggi, dengan ribuan hektar sawah terendam. Banyak warga yang terpaksa mengungsi ke posko pengungsian. Dandim menambahkan bahwa bencana ini harus menjadi pengingat bahwa bumi yang kita tinggali semakin tua dan rentan. "Mari kita berdoa bersama untuk mereka yang terdampak, agar diberi kekuatan dan dijauhkan dari bencana lebih besar,"tutup Dandim.