BNPB Waspada Banjir dan Karhutla Serentak Foto : Petugas BPBD mengerahkan alat berat dan pompa untuk mempercepat proses penyedotan air.
Bratapos / Daerah

BNPB Waspada Banjir dan Karhutla Serentak

Terbit : 05-May-2025, 15:21 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 188 Kali

Donggala || jateng.bratapos.com - Memasuki awal Mei 2025, Indonesia kembali dilanda sejumlah bencana hidrometeorologi basah, dengan banjir menjadi yang paling dominan. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa kejadian signifikan di berbagai wilayah.

Salah satunya terjadi di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (2/5) pukul 10.02 WITA. Hujan deras selama lebih dari dua jam menyebabkan Sungai Kelurahan Ganti meluap dan merendam pemukiman serta menutup akses utama jalan Donggala–Pasangkayu dengan material lumpur.

Menurut Pusdalops BPBD Sulawesi Tengah, sedikitnya 64 rumah terdampak banjir di Kelurahan Ganti dan Boneoge. “Kami telah mengerahkan alat berat dan pompa untuk mempercepat proses penyedotan air,” ujar petugas BPBD setempat. Kini, banjir sudah surut dan warga mulai kembali ke rumah setelah dibantu petugas membersihkan lumpur sisa genangan.

Di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Kampung Saefen Empat Dua, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, banjir yang terjadi pada Selasa (22/4) menyebabkan satu korban jiwa. Seorang pria berinisial JS (60) meninggal dunia setelah tak sempat menyelamatkan diri ketika air tiba-tiba meluap. Tim SAR berhasil menemukan jasad korban keesokan harinya, Rabu (23/4).

Sementara itu, Kalimantan Tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau dan Kotawaringin Barat, dengan total lahan terbakar mencapai 1,5 hektar. “Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/5),” ujar BPBD setempat.

Sejak awal tahun hingga 4 Mei 2025, BNPB mencatat 38 peristiwa karhutla di Kalimantan Tengah, dengan 180 titik panas dan total lahan terbakar mencapai 25,46 hektar. Kabupaten Sukamara menjadi wilayah paling terdampak dengan 6,90 hektar lahan terbakar.

Menanggapi situasi ini, BNPB meminta pemerintah daerah untuk selalu siaga. “Penting bagi daerah untuk menyiapkan alat, personel, kendaraan, hingga anggaran guna mencegah meluasnya kebakaran, terutama di enam provinsi rawan seperti Kalteng, Sumsel, Jambi, Riau, Kalbar, dan Kalsel,” tegas BNPB.

Tak hanya karhutla, BNPB juga mengingatkan masyarakat akan potensi banjir akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, serta menyiapkan rencana darurat dan tempat evakuasi.


Pilihan Untukmu