“Dewan Mendesak Penanganan Serius Sampah Kudus” Foto : Terlihat tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo yang menggunung dan kini telah ditutup warga.
Bratapos / Daerah

“Dewan Mendesak Penanganan Serius Sampah Kudus”

Terbit : 22-Jan-2025, 12:33 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 143 Kali

Kudus || jateng.bratapos.com – Penumpukan sampah yang kian parah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, membuat warga setempat geram. Sebagai bentuk protes atas penanganan yang lamban, mereka melakukan aksi penyegelan tempat sampah beberapa waktu lalu. Anggota Komisi C DPRD Kudus, Sadiyanto, menyoroti aksi tersebut dan menyatakan bahwa situasi ini semakin buruk, terutama dengan datangnya musim hujan yang meningkatkan bau menyengat dan menambah potensi risiko kesehatan bagi warga, terutama anak-anak.

Sadiyanto mengungkapkan bahwa warga hanya menginginkan penanganan sampah yang lebih baik dan tepat dari dinas terkait. “Namun hingga saat ini, upaya yang dilakukan pemerintah masih minim, dan ini membuat keresahan masyarakat,” ungkap politisi Partai Hanura tersebut. Ia juga menambahkan bahwa penumpukan sampah ini berisiko menyebabkan penyakit, terutama di musim hujan, yang semakin memperburuk keadaan.

Sadiyanto menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang tepat bisa menguntungkan, baik untuk pemerintah daerah maupun masyarakat. “Sampah bisa menjadi sumber pendapatan jika dikelola dengan baik. Jangan biarkan masalah ini berkembang menjadi krisis sampah yang merusak nama baik Kudus sebagai kota bersih,” ujar Sadiyanto. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan solusi jangka panjang.

Di sisi lain, Kepala Dinas PKPLH Kudus, Abdul Halil, menyampaikan bahwa pihaknya terus mencari solusi terbaik untuk pengelolaan TPA yang tengah dikeluhkan masyarakat. Dalam menghadapi masalah ini, musyawarah dengan warga menjadi langkah penting agar tercapai kesepakatan bersama. “TPA adalah fasilitas negara yang digunakan untuk kepentingan umum. Masyarakat juga harus memahami keseimbangan dalam penggunaannya,” kata Halil.

Untuk solusi jangka pendek, Halil menjelaskan bahwa pihaknya menunggu kondisi cuaca membaik agar proses pengelolaan sampah dapat dilaksanakan lebih optimal. Kendala utama saat ini adalah cuaca buruk yang menyebabkan jalan licin dan mempersulit operasional alat berat. “Kami menunggu cuaca membaik agar pengelolaan sampah bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Sedangkan untuk jangka menengah, pemerintah akan memperbaiki tata kelola TPA agar tidak lagi menyerupai gunungan sampah yang tidak terorganisir. Halil juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus berupaya memperbaiki kondisi ke depan. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap kesehatan warga,” tegas Halil.

Meski demikian, Halil optimistis bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan kerjasama dan dukungan masyarakat. “Musyawarah adalah budaya kita, dan penyelesaian masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Kami akan terus bekerja keras untuk mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya.


Pilihan Untukmu