Grobogan || jateng.bratapos.com - Menghadapi kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilogram yang semakin meresahkan masyarakat Grobogan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan, bersama Sekretaris Dinas Sigit Adiwibowo dan sejumlah staf Disperindag lainnya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pangkalan gas di wilayah tersebut. Pradana mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini, yang memang kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat, terutama terkait harga dan ketersediaan LPG 3 kilogram.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, diketahui masih adanya ketidaklancaran pasokan gas di beberapa titik. "Memang cukup memprihatinkan, dan keluhan terkait langkanya LPG 3 kilogram sering kali masuk ke kantor kami," ungkap Pradana. Menyikapi hal tersebut, pihaknya mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah menginstruksikan agen untuk memberikan prioritas pelayanan kepada rumah tangga.
Dalam upaya untuk mengatur harga dan distribusi, Pradana juga menekankan bahwa harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram harus tetap dijaga di angka Rp18.000 per tabung. "SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) wajib memberikan pelayanan, bahkan jika diperlukan sampai 24 jam, termasuk saat libur," tegas Pradana. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi gas yang merata dan terjangkau oleh masyarakat.
Selain itu, Pradana berharap pasokan LPG 3 kilogram akan kembali normal menjelang bulan puasa Ramadan. Disperindag Grobogan juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan masalah terkait kelangkaan gas melalui call center Pertamina di nomor 135. Tidak hanya mengganggu rumah tangga, kelangkaan ini juga berdampak pada usaha warung makan yang terpaksa tutup akibat kesulitan memperoleh pasokan LPG.