YOGYAKARTA || jateng.bratapos.com - Digitalisasi dan ekonomi digital menjadi topik utama dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY Triwulan IV Tahun 2024, yang bertema "Digitalisasi Ekonomi DIY untuk Kesejahteraan Masyarakat". Acara ini berlangsung pada Kamis (24/01) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur DIY, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan bahwa digitalisasi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Ekonomi digital, menurutnya, kini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi, menciptakan inovasi dalam interaksi dan transaksi sehari-hari.
Salah satu upaya nyata Pemda DIY dalam mendorong transformasi digital adalah dengan membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (TP2DD). Sri Paduka menambahkan, percepatan digitalisasi daerah ini juga didukung dengan penerimaan pajak dan retribusi non-tunai yang kini dapat diakses melalui berbagai kanal. Pemda DIY bekerja sama dengan Bank BPD DIY, yang berperan sebagai Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Kepala Bappeda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa masyarakat DIY sudah menunjukkan kesiapan tinggi dalam mengadopsi digitalisasi, terbukti dengan jumlah kepemilikan smartphone yang melebihi jumlah penduduk. Sejak 2019, DIY telah meluncurkan aplikasi SiBakul, sebuah sistem informasi yang mendukung koperasi dan pelaku usaha, yang hingga kini telah diikuti oleh sekitar 344 ribu pelaku usaha.
Program digitalisasi ini diharapkan dapat terus berkembang, memberikan manfaat besar bagi masyarakat DIY, serta memperkuat ekonomi lokal melalui teknologi yang lebih efisien dan inklusif.