PURWOREJO || jateng.bratapos.com – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sawangan, Kecamatan Pituruh, yang rampung pada akhir 2024, mendapat kritik dari warga terkait kebocoran di salah satu sambungan rumah dan pemasangan pipa yang dinilai kurang rapi. Proyek ini, yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, menimbulkan keluhan karena sebagian pipa tidak ditanam dalam tanah.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo, Riski Khozari, menegaskan bahwa proyek ini dikerjakan sesuai prosedur yang berlaku. “Kebocoran pada salah satu sambungan rumah sudah kami tangani. Proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan, dan perbaikan terus dilakukan. Untuk pipa yang belum rapi, kami sudah instruksikan penyedia jasa untuk merapikannya,” ungkap Riski saat ditemui di kantornya, Kamis (09/01/2025).
Riski menjelaskan, proyek ini sempat menghadapi peninjauan ulang Rencana Anggaran Biaya (RAB) karena anggaran yang terbatas tidak mencakup seluruh pekerjaan. Namun, pipa yang seharusnya ditanam sudah ditanam, dan sisanya akan diperbaiki agar tidak mengganggu. “Pipa yang belum tertanam akan segera dirapikan,” tambahnya.
Terkait isu papan nama proyek yang disebut tidak ada, Riski memastikan bahwa papan tersebut terpasang pada bangunan reservoir. Ia juga menegaskan bahwa proyek SPAM ini masih dalam masa kontrak, sehingga tanggung jawab pemeliharaan tetap berada pada penyedia jasa selama enam bulan ke depan.
“Selama masa pemeliharaan, kami akan terus memantau dan memastikan penyedia jasa menjalankan tugasnya. Jika ada kerusakan, seperti kebocoran, itu masih menjadi tanggung jawab mereka,” tegas Riski.
Proyek SPAM di Kabupaten Purworejo mencakup 27 desa dan kelurahan, dengan 17 lokasi di kawasan perkotaan dan 10 desa lainnya untuk peningkatan layanan air minum. Proyek di Desa Sawangan dikerjakan oleh PT Cakramala Gemilang dari Magelang dengan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar, menghasilkan 254 sambungan rumah, lebih dari rencana awal yang hanya mencakup 250 sambungan. Total panjang pipa mencapai sekitar 15 kilometer, dengan sebagian besar biaya digunakan untuk pembelian pipa. Meskipun ada beberapa masalah teknis, Riski memastikan proyek ini sudah bisa dimanfaatkan oleh warga dan akan terus dipantau untuk perbaikan lebih lanjut.