Kudus || jateng.bratapos.com - Enam desa di dua kecamatan Kabupaten Kudus dilanda banjir setelah debit air Sungai Lusi yang mengalir ke Sungai Wulan mengalami peningkatan drastis. Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan beberapa desa terendam, antara lain Desa Setro Kalangan, Desa Banget, Desa Kedungdowo, Desa Pasuruan, dan Desa Garung Kidul.
Akibat luapan air sungai Wulan, beberapa desa mengalami banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai paha orang dewasa. Desa Setro Kalangan menjadi yang paling parah terdampak, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke masjid terdekat untuk mencari tempat yang lebih aman, sementara yang lainnya tetap bertahan di rumah mereka. Dzulfikar, salah seorang warga Desa Setro Kalangan, berharap agar banjir yang telah berlangsung selama lima hari ini segera surut. Ia juga menyampaikan bahwa korban banjir masih sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.
" Saya berharap banjir ini segera surut, dan kami memerlukan bantuan terutama untuk kebutuhan pokok," ungkap Dzulfikar.