Jateng.bratapos.com - Reshuffle Kabinet Merah Putih dianggap penting setelah melewati masa 100 hari kerja. Jacob Ereste menilai bahwa beberapa menteri yang tidak menunjukkan kinerja maksimal, bahkan yang terkesan membangkang dan merusak citra Presiden Prabowo, perlu dicopot. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan tujuan utama Kabinet Merah Putih. Program-program untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, seperti penyediaan pangan bergizi dan penguatan ketahanan pangan dan energi, harus didorong oleh para pemimpin yang berkinerja baik.
Jacob menegaskan bahwa reshuffle ini penting agar Kabinet Merah Putih dapat lebih fokus menjalankan misinya, yang tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga bidang politik, sosial, budaya, dan kerukunan antar umat beragama. Evaluasi ini sudah sangat dibutuhkan, mengingat program-program tersebut harus segera dijalankan untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Sesuai dengan upaya penghematan dan efisiensi yang harus dilakukan, kami berharap agar kebijakan pemerintah bisa mengurangi ketimpangan sosial, yang kini semakin terasa akibat tekanan ekonomi yang tak kunjung membaik,” ujar Ereste. Evaluasi juga harus meliputi kebocoran di berbagai sektor, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan lapangan. Penegakan hukum yang tegas terhadap praktik-praktik ilegal seperti perambahan hutan, sindikat narkoba, dan judi online juga perlu diperhatikan.
Jacob juga menekankan pentingnya perbaikan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk PSN PIK 2 yang memiliki masalah terkait pejabat-pejabat yang terlibat. “Pemerintah harus segera mengevaluasi lebih dari 40 program PSN di Indonesia, agar pelaksanaannya bersih dan efisien, tanpa merugikan negara dan rakyat,” jelasnya.
Menurutnya, reshuffle kabinet yang dilakukan setelah 100 hari kerja akan memberikan kesempatan untuk mengoreksi kinerja para pejabat yang tidak berkompeten, serta mempercepat pencapaian target-program yang telah dicanangkan Presiden Prabowo.