Falsafah Jawa Jadi Kunci Harmoni Jogja Foto : Acara D’Lobby Talk peringatan Hari Warisan Dunia 2025.
Bratapos / Daerah

Falsafah Jawa Jadi Kunci Harmoni Jogja

Terbit : 15-May-2025, 15:13 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 203 Kali

Yogyakarta || Jateng.bratapos.com – Tiga falsafah Jawa yang menjadi dasar konsep Sumbu Filosofi Yogyakarta—yakni Sangkan Paraning Dumadi, Hamemayu Hayuning Bawana, dan Manunggaling Kawula Gusti—bukan hanya sebatas warisan budaya. Nilai-nilai luhur tersebut kini terbukti menjadi kekuatan utama DIY dalam menghadapi bencana dan konflik, selaras dengan upaya menjaga kelestarian warisan dunia.

Dalam acara D’Lobby Talk peringatan Hari Warisan Dunia 2025 yang ditayangkan di kanal YouTube tasteof_jogja pada Selasa (13/5), empat tokoh penting DIY menyampaikan pandangannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono, Carik KHP Datu Dana Suyasa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat KMT Yudhawijaya, Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya, dan Sekda Kabupaten Bantul Agus Budiraharja sepakat bahwa menjaga Sumbu Filosofi Yogyakarta harus berjalan seiring dengan penguatan solidaritas dalam menghadapi potensi bencana dan konflik sosial.

Dalam pernyataannya, Sekda DIY Beny Suharsono menekankan pentingnya nilai Hamemayu Hayuning Bawana, yakni membangun keharmonisan antara manusia dengan sesama dan dengan alam, sebagai kunci penguatan ketangguhan DIY.

“Kita sadar, hidup di Jogja itu harus living in harmony dengan bencana. Maka kita harus bersama-sama untuk penanganan bencana dan konflik ini. Bersama-sama menyusun lalu membuat rencana aksinya. Juga bersama Keraton, bersama dengan kabupaten/kota, terutama Bantul dan Pemerintah Kota Jogja, menyusun peta jalan agar warisan yang sudah diwariskan kepada kita itu dapat kita pertahankan yang muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Beny.

Para tokoh juga menekankan bahwa filosofi yang mengakar dalam tatanan ruang Yogyakarta—yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia harus terus dijaga melalui praktik nyata di kehidupan masyarakat.

Nilai-nilai tersebut bukan hanya menyatukan hubungan antara rakyat dan pemimpinnya, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial di tengah tantangan zaman.


Pilihan Untukmu