Gunung Slamet Diusulkan Jadi Taman Nasional Foto : Acara Musrenbangwil Eks Keresidenan Pekalongan di Pendopo Kabupaten Batang pada Kamis, 24/04/2025).
Bratapos / Daerah

Gunung Slamet Diusulkan Jadi Taman Nasional

Terbit : 26-Apr-2025, 20:15 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 176 Kali

Batang || jateng.bratapos.com – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengungkapkan bahwa Gunung Slamet telah diajukan untuk menjadi taman nasional kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan di kawasan tersebut. “Surat sudah diluncurkan ke Kementerian. Kita tunggu saja hasilnya. Daerah lain sudah ada, seperti di Gunung Lawu dan Merbabu,” ujar Gubernur dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Keresidenan Pekalongan di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (24/4/2025).

Pengusulan Gunung Slamet menjadi taman nasional juga sejalan dengan visi pembangunan Jawa Tengah tahun 2026, yakni memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Menurut Gubernur, ketersediaan air menjadi faktor penting, sehingga konservasi kawasan tangkapan air harus menjadi prioritas. 

“Kalau perlu, sebulan sekali kita evaluasi agar serapan air tanah tidak habis dikonsumsi,” tegasnya, mengacu pada Peraturan Daerah tentang air tanah yang diterbitkan pada 2021.

Selain fokus pada pegunungan, Gubernur Luthfi juga berencana menghidupkan kembali program “Mageri Laut” untuk menjaga kawasan pesisir, termasuk melalui penanaman mangrove. Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi tidak hanya saat penanaman, tetapi juga dalam merawat tanaman agar tetap tumbuh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menambahkan bahwa kajian teknis untuk pengusulan taman nasional telah dilakukan. Nantinya, kawasan ini akan mencakup wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Banyumas. Widi berharap status taman nasional akan meningkatkan efektivitas konservasi Gunung Slamet.

Dalam kesempatan yang sama, seorang pecinta alam dari Batang, Suwong, menyampaikan pentingnya menjaga ketahanan air untuk mendukung program lumbung pangan nasional.

“Kita harus menjaga daerah tangkapan air. Dulu sempat muncul gagasan kawasan hutan alam ‘Sisik Naga’. Kalau bisa, itu dibangkitkan kembali,” ujarnya, sambil mengingatkan tentang pentingnya menjaga sungai dan tanggul laut di berbagai wilayah.


Pilihan Untukmu