Demak || jateng.bratapos.com - Desa Tugu, yang terletak di Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, dulunya terkenal dengan hasil pertanian yang melimpah. Namun, akibat abrasi yang terus berlanjut, kini desa tersebut telah berubah menjadi tambak yang terendam air laut saat pasang. Tak hanya lahan pertanian, pemukiman warga juga rusak, termasuk infrastruktur jalan yang putus sejak 2015, menghubungkan Dukuh Bokapayung dan Dukuh Dempet.
Jalan yang menjadi jalur vital untuk ekonomi dan akses pendidikan kini hanya menyisakan tumpukan batu dan bisa dilewati pejalan kaki ketika air surut. Pemerintah desa, melalui dana desa, mulai membangun kembali jalan tersebut secara bertahap. Pembangunan yang dimulai pada 2021 ini menargetkan panjang 2,5 kilometer dan diproyeksikan selesai pada 2024.
Kepala Desa Tugu, Hartono, menjelaskan bahwa jalan ini bukan hanya akses ekonomi, tetapi juga sangat penting bagi anak-anak yang sekolah. Selain itu, pembangunan jalan juga berfungsi sebagai tanggul laut untuk mengurangi risiko banjir rob yang hampir menggenangi seluruh desa dan merusak rumah serta fasilitas umum. " Kami bertahap membangun jalan ini untuk melindungi desa dari ancaman tenggelam," ujarnya.
Sebagian rumah warga yang terdampak banjir rob juga mendapat bantuan renovasi. Hartono menambahkan, sekitar 30 rumah yang rusak parah akan dibedah pada 2024. Warga setempat, seperti Fathur, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan kembali jalan tersebut, berharap bisa mengurangi dampak abrasi dan memudahkan akses ke desa tetangga serta sekolah.