Jawa Tengah Gratiskan Siswa Miskin di Swasta Foto : Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan peluncuran sistem penerimaan peserta didik baru di SMAN Keberbakatan Olahraga Semarang.
Bratapos / Daerah

Jawa Tengah Gratiskan Siswa Miskin di Swasta

Terbit : 21-May-2025, 10:03 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 167 Kali

Semarang || Jateng.Bratapos.com -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencetak sejarah baru dengan menggulirkan program pendidikan gratis bagi siswa miskin yang diterima di sekolah swasta. Melalui program kemitraan dengan 139 SMA dan SMK swasta, Pemprov Jateng menambah kapasitas penerimaan siswa hingga 5.004 kursi untuk Tahun Ajaran 2025/2026. Langkah ini diambil untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga tidak mampu, mengingat daya tampung sekolah negeri masih terbatas.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program ini merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi bentuk nyata dari komitmen pemerintah untuk menekan angka putus sekolah.

“Pendidikan ini investasi masa depan. Program ini adalah yang pertama dan ditujukan khusus untuk siswa miskin,” ujarnya saat meresmikan peluncuran sistem penerimaan peserta didik baru di SMAN Keberbakatan Olahraga Semarang, 19 Mei 2025. 

Ia menambahkan, setiap siswa peserta program akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp2 juta yang dialokasikan dari APBD.

Namun, Pemprov Jateng tidak serta-merta menunjuk sekolah swasta sebagai mitra. Hanya sekolah dengan akreditasi minimal B, memiliki sarana prasarana yang memadai, serta tidak menarik pungutan dari siswa program kemitraan yang dapat bergabung. Selain itu, sekolah juga wajib memenuhi rasio guru dan tenaga kependidikan yang cukup.

Total daya tampung SMA/SMK di Jateng tahun ini meningkat menjadi 230.163 siswa, termasuk dari sekolah baru, penambahan ruang kelas, dan pembukaan SMAN Keberbakatan Olahraga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sadimin, menyatakan bahwa program ini unik dan belum pernah dilakukan provinsi lain di Indonesia.

“Masing-masing sekolah mitra menandatangani MoU dengan kami. Setiap sekolah menyediakan satu rombel atau sekitar 36 siswa,” jelasnya. Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. 

"Ini selaras dengan rencana pemerintah pusat tentang Sekolah Rakyat. Pemprov Jateng bisa jadi percontohan nasional,” katanya. Ia berharap jumlah sekolah mitra bisa terus bertambah setiap tahun agar seluruh anak di Jateng mendapatkan pendidikan yang setara.


Pilihan Untukmu