Semarang || jateng.bratapos.com – Rapat Koordinasi Pencapaian Swasembada Pangan yang berlangsung di Ghradika Bhakti Praja, Kamis (16/1/2025), menegaskan komitmen Jawa Tengah sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. Acara ini dihadiri Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., 16 bupati lainnya, Forkopimda, serta Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Ahmad Musyafak.
Dalam arahannya, Nana Sudjana menekankan pentingnya kerja sama terintegrasi untuk mengatasi tantangan seperti kemarau, serangan hama, dan infrastruktur irigasi yang belum optimal. “Jawa Tengah memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkan target ini. Dengan sinergi lintas sektor, saya yakin kita bisa mencapainya,” ujar Nana.
Pemerintah pusat turut mendukung upaya ini melalui berbagai program, termasuk pemberian 7.689 unit alat mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk sebesar 1,38 juta ton, dan perbaikan irigasi di 99.774 hektare lahan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mempermudah akses pembiayaan bagi petani dengan realisasi Rp11,85 triliun pada 2024.
Rapat ini menghasilkan deklarasi penting, yaitu penambahan luas tanam hingga 2,3 juta hektare di Jawa Tengah dengan target produksi beras 11,8 juta ton pada 2025. Sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI, dan Polri disebut Nana sebagai kunci keberhasilan, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan masyarakat.
“Jawa Tengah tak hanya mengejar produksi, tetapi juga memastikan dampak positifnya langsung dirasakan petani. Dengan begitu, ketahanan pangan masyarakat akan terjamin,” tutup Nana.