Blora || jateng.bratapos.com - Pada 3 Januari 2021, pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur resmi dimulai. Jembatan ini membentang di atas Sungai Bengawan Solo, menghubungkan Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Dengan panjang 220 meter dan lebar 7 meter, jembatan ini dibangun menggunakan rangka baja yang kokoh dan dilengkapi dengan trotoar pejalan kaki selebar 1 meter di sampingnya. Keberadaan jembatan ini menjadi simbol pentingnya konektivitas antarwilayah.
Sebelumnya, masyarakat di kedua kabupaten tersebut harus menempuh jarak sejauh 30 kilometer untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan adanya jembatan ini, perjalanan antar kedua kabupaten kini dapat dilakukan dengan lebih efisien dan cepat. Pembangunan jembatan ini memakan waktu sekitar enam bulan dan menelan biaya sebesar Rp97,632 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBD Bojonegoro sebesar Rp90 miliar dan APBD Blora senilai Rp8,2 miliar.
Peresmian jembatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Muljono, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Bersama kepala daerah yang menjabat saat itu, Ganjar Pranowo dan sejumlah tokoh lainnya, mereka menyaksikan tonggak bersejarah yang menjadi solusi konektivitas antarprovinsi. Dengan hadirnya jembatan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Jembatan ini bukan hanya sekadar sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol kerja sama antara pemerintah daerah Bojonegoro dan Blora dalam membangun daerah mereka. Dengan tersambungnya kedua wilayah ini, diharapkan sektor-sektor penting seperti ekonomi, pariwisata, dan budaya akan semakin berkembang. Jembatan ini menjadi akses vital yang mendukung pergerakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, pembangunan jembatan ini menjadi langkah besar dalam mengurangi kesenjangan infrastruktur antar daerah. Selain mempercepat mobilitas penduduk, jembatan ini juga membuka peluang besar bagi sektor ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kedua kabupaten.