Jepara || jateng.bratapos.com - Jepara terus menarik perhatian dunia internasional. Pada Senin (28/4/2025), Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Francisco de Asis Aguilera Aranda, mengunjungi kabupaten penghasil ukiran ternama itu untuk menjajaki kerja sama di sektor furnitur dan pengembangan pelabuhan.
Ditemani delegasi dari Komite Bilateral Kadin, Francisco disambut oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar di Pendopo Kartini. Acara penyambutan diwarnai dengan pertunjukan tari Dewi Tri Sekti dan pemutaran video profil daerah sebagai bentuk promosi budaya dan potensi ekonomi Jepara.
Rombongan juga diajak menelusuri ruang-ruang bersejarah milik R.A. Kartini, termasuk kamar pingit dan sekolah perempuan yang pernah didirikannya. Kunjungan ini memperkuat kesan Jepara sebagai daerah yang kaya warisan dan semangat kreativitas.
Francisco mengaku kagum dengan kualitas mebel Jepara yang menurutnya sudah bertaraf internasional. “Saya sudah lama mengagumi keindahan ukiran Jepara. Kualitasnya luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah meningkatkan promosi di pasar internasional,” ujarnya saat mengunjungi sentra ukir Mulyoharjo.
Mas Wiwit melihat kunjungan ini sebagai peluang emas untuk memperluas pasar ekspor sekaligus mengembangkan infrastruktur pelabuhan. “Pemerintah daerah akan terus menjadi jembatan penghubung antara pelaku usaha lokal dan pasar global,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Jepara mengusulkan kerja sama sister city dengan Kota Valencia, Spanyol, yang juga dikenal unggul di sektor maritim dan mebel. Diharapkan, sinergi ini dapat membawa dampak jangka panjang yang positif bagi kedua pihak.
Rangkaian kunjungan akan dilanjutkan keesokan harinya dengan peninjauan lokasi calon pelabuhan di Desa Balong, Kecamatan Kembang. Pemerintah daerah berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk investasi konkret dan memperkuat posisi Jepara di mata dunia.