Kudus || jateng.bratapos.com - Khamdani (43), warga Desa Setrokalangan, Kudus, tengah mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan sebuah karya monumental: relief nusantara sepanjang 18 meter yang menggambarkan kekayaan budaya dari 38 provinsi di Indonesia. Proyek ini dimulai sejak empat tahun lalu, dengan niat untuk menciptakan ukiran yang belum pernah ada sebelumnya, sebuah karya yang menggabungkan rumah adat, pakaian tradisional, tarian khas, dan ikon-ikon dari seluruh Indonesia.
Berawal dari ketertarikannya terhadap relief Tiongkok yang menggambarkan aktivitas khas negara tersebut, Khamdani terinspirasi untuk membuat sebuah karya sejenis yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia. Setiap detail pada relief tersebut mencerminkan keunikan dari tiap daerah, seperti ikon Surabaya, tradisi Papua, dan patung-patung suku-suku di nusantara. Untuk mengukir karya sebesar ini, Khamdani bekerja dengan ketekunan dan dibantu oleh tujuh pengukir, menggunakan kayu jati tua yang berusia minimal 70 tahun dan diambil dari berbagai daerah seperti Blora dan Cepu.
Meski hanya lulusan SMP, Khamdani belajar mengukir secara otodidak. Dulu seorang tukang bangunan, kini ia berhasil menciptakan lebih dari 250 karya, termasuk ukiran kontemporer dan relief lokal. Namun, proyek utamanya ini, yang diperkirakan membutuhkan lebih dari Rp 1 miliar, masih berjalan 60 persen. Ia berencana menambahkan detail jalan kecil di setiap provinsi dari Sabang hingga Merauke sebagai finishing, yang akan semakin memperkaya karya tersebut.
Khamdani berharap karyanya dapat dinikmati oleh banyak orang. Rencananya, ia akan membuka galeri dan pameran tunggal saat mencapai 300 karya. Beberapa ukirannya sudah ditemukan di koleksi lokal di Pulau Jawa dan Bali, bahkan ada yang dikirim ke luar negeri. "Ukiran saya unik dan besar, harus berbeda dari yang lain,"ujarnya.