Purworejo || Jateng.bratapos.com - Sudah sepuluh hari sejak tragedi Kalijambe Purworejo, 7/5/2025 yang menewaskan sebelas korban para guru SDITQ Asy Syafi'iyah Mendut Magelang, pihak pemilik Truk Tronton yang menjadi penyebab kecelakaan belum menunjukkan iktikad baik kepada para keluarga korban, pihak yayasan maupun pemilik rumah yang hancur akibat tertabrak truk tersebut.
Tragedi kecelakaan maut yang menyebabkan dua belas korban meninggal dunia terdiri dari sepuluh guru (ustadzah) SD Islam Tahfidzul Qur'an Asy Syafi'iyah dan dua pengemudi serta satu rumah dilokasi hancur tersebut sempat membuat heboh masyarakat, media sosial dan televisi tanah air.
Menurut ketua Yayasan Asy Syafi'iyah Dr. Habib Muhsin Syafi'i, SH. M.Hum pemilik truk tronton pengangkut batu bara bernopol B 997 BYZ itu sampai saat ini 16/5/2025 belum memberikan kompensasi apapun kepada para keluarga korban.
Meskipun kemarin ada seseorang yang datang mengaku sebagai perwakilan dari pemilik Truk Tronton tersebut kami belum membicarakan kompensasi. Sebab menurut keterangannya Truk Tronton merk Hino tiga sumbu sepuluh roda tahun 2015 tersebut sudah dibeli sama supirnya.
"Secara logika mana mungkin supir mampu membeli truk tronton seperti itu ? Walaupun dicicil sekalipun. sebab saya ini lama bergelut di dunia transportasi". Ujar pria muda yang juga berprofesi sebagai konsultan tersebut.
Lebih lanjut Habib mengatakan, menurut data truk tronton tersebut atas nama PT. Karya Cipta Lahanindo yang beralamat di jalan Cilincing Baru No. 22A Jakarta Utara.
"Saya berharap pihak kepolisian bisa membantu menemukan pemilik truk tronton tersebut agar segera dilakukan musyawarah mengenai kompensasi kepada para keluarga korban". Pungkasnya sambil menyalami tamu.
(ESM)