Grobogan || jateng.bratapos.com - Bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Genengadal yang terletak di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengalami kerusakan parah, mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Atap gedung yang ambruk pada 21 Januari 2025, menyebabkan genteng-genteng jatuh dan pecah berantakan.
Kayu penyangga atap patah, menyebabkan sebagian besar atap jatuh ke lantai kelas. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kondisi bangunan yang sudah tua ini menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Kepala Sekolah SDN 3 Genengadal, Wahyu Tri Ratnasari, menjelaskan bahwa kerusakan ini disebabkan oleh usia gedung yang sudah terlalu tua. " Gedung itu atapnya ambrol karena sudah terlalu tua, terakhir dibangun sekitar tahun 2016," ungkap Wahyu.
Kerusakan ini menyebabkan sekolah mengalami kendala besar, dengan ruang kelas terbatas. Sekolah terpaksa memindahkan guru ke ruang kelas, dan menggunakan ruang TK yang tersisa.
" Kami harus menggunakan tiga ruang kelas dan satu ruang TK yang ada, dan disekat dengan triplek untuk dua rombongan belajar," tambah Wahyu.
Kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan proses pembelajaran, karena suara dari kelas sebelah yang tidak teredam triplek sering mengganggu konsentrasi siswa.
Meskipun menghadapi kesulitan, Wahyu menyatakan pihaknya tetap berusaha agar pembelajaran tidak terganggu. "Kami berusaha agar pembelajaran tetap berjalan meskipun sarana yang tersedia terbatas," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Kabid SD Dinas Pendidikan Grobogan, M Irfan, memastikan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan bangunan dan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan sementara.
" Kami akan segera menganggarkan pembangunan kembali gedung ini melalui mekanisme yang ada, menunggu persetujuan dari pihak-pihak terkait," ujar Irfan.
Wahyu berharap pemerintah segera memperbaiki gedung yang rusak, mengingat keadaan yang mendesak dan berdampak pada kualitas pendidikan siswa.