Jakarta || Jateng.Bratapos.com - Plt. Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Edy Priyono, menghadiri Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk Wilayah Indonesia Timur yang berlangsung di Jakarta pada 16 Mei 2025. Rapat ini dipimpin oleh Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa, dari Badan Pangan Nasional. Dalam pertemuan tersebut, KSP memberikan apresiasi atas inisiatif yang diambil untuk merespons tantangan pangan di kawasan timur Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Badan Pangan Nasional yang menginisiasi koordinasi lintas sektor ini. Kondisi harga pangan, khususnya di Maluku dan Papua, membutuhkan penanganan segera dan kolaboratif,” ujar Edy Priyono. Ia menyoroti bahwa harga beras medium di wilayah tersebut telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga lebih dari 25 persen.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, KSP menekankan perlunya penyaluran beras SPHP secara lebih selektif, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta optimalisasi subsidi untuk transportasi laut dan udara. “Intervensi pemerintah harus lebih tepat sasaran agar distribusi pangan merata dan terjangkau,” tambah Edy.
KSP juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pangan yang berpihak kepada rakyat. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur dari wilayah timur Indonesia, kementerian dan lembaga terkait, asosiasi produsen serta pedagang pangan, dan para tenaga ahli dari KSP.