Bekasi||jateng.bratapos.com - Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Latihan SAR Gabungan yang berlangsung pada 10 hingga 12 Desember 2024 di Central Park Meikarta, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan situasi darurat seperti bencana banjir, kecelakaan lalu lintas, dan penanganan hewan berbahaya. Latihan ini melibatkan berbagai instansi, organisasi kemanusiaan, dan komunitas relawan dari seluruh Bekasi.
Sebanyak 91 peserta dari berbagai instansi turut hadir, termasuk BPBD Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Polres Metro Bekasi, PMI, serta komunitas relawan seperti IOF Pengcab Bekasi. Ketua IOF Bekasi, Om Sumarsono, bersama timnya, memberikan materi terkait keselamatan berkendara dalam situasi darurat. Selain itu, peserta juga mendapat pelatihan praktis mengenai teknik penyelamatan korban di permukaan air (Water Rescue), penanganan korban kecelakaan lalu lintas (Vehicle Accident Rescue), serta cara menghadapi hewan berbahaya seperti ular dan biawak.
Pelatihan ini terbagi dalam beberapa sesi yang dimulai sejak hari pertama dengan materi Water Rescue. Di sesi ini, peserta diajarkan teknik-teknik penyelamatan korban banjir secara langsung melalui simulasi di lapangan. Hari kedua dilanjutkan dengan pelatihan Vehicle Accident Rescue dan Safety Driving yang bertujuan untuk memastikan keselamatan berkendara di tengah kondisi darurat. Materi lain yang diajarkan adalah penanganan hewan berbahaya yang sering muncul dalam situasi bencana. Hari terakhir, peserta kembali mengikuti sesi Water Rescue yang lebih intensif, dengan simulasi penyelamatan yang memerlukan koordinasi cepat dan akurat.
Ketua IOF Bekasi, Sumarsono, menekankan pentingnya keterampilan berkendara dalam situasi darurat untuk meminimalkan risiko di lapangan. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam latihan ini. Menurutnya, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif relawan dan masyarakat.
Latihan ini menjadi upaya nyata dalam menghadapi ancaman bencana akibat cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi. Basarnas berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesiapan seluruh pihak dalam merespons bencana dengan cepat dan efektif. Selain itu, kolaborasi antarinstansi yang tercipta melalui latihan ini diharapkan dapat memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya di Kabupaten Bekasi.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah, organisasi relawan, dan masyarakat, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana akan semakin optimal. Melalui kegiatan ini, Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan koordinasi dan keterampilan penanganan bencana di masa mendatang.