Temanggung || jateng.bratapos.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ngadirejo, yang diadakan pada Rabu (22/1/2025) di Gedung Serba Guna Desa Pringapus, membahas berbagai isu strategis yang sangat penting bagi masyarakat setempat, salah satunya terkait dengan kemiskinan dan stunting. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial (Dinsos), tercatat sekitar 39.661 jiwa atau hampir 40% dari total 63 ribu penduduk di Ngadirejo berada dalam garis kemiskinan.
Pj. Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menekankan pentingnya menangani masalah kemiskinan ekstrem yang jumlahnya mencapai 4.544 keluarga. Ia berharap agar dalam tahun ini, masalah kemiskinan ekstrem ini dapat ditekan secara signifikan, dengan target paling tidak mencapai angka minimal 0,1 persen. Dalam acara tersebut, turut hadir para kepala desa, Badan Kerjasama Desa (BKD), tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan, yang diajak untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menanggulangi kemiskinan dan stunting di wilayah ini.
Selain kemiskinan, masalah stunting juga menjadi perhatian utama. Di Kecamatan Ngadirejo, tercatat ada 410 kasus stunting pada balita. Pj. Bupati mengingatkan agar upaya penurunan angka stunting terus digalakkan melalui kerjasama antara pemerintah daerah, anggota dewan, dan seluruh pihak terkait.
Dalam forum ini, Pj. Bupati juga menekankan pentingnya menyusun kegiatan prioritas yang dapat dilaksanakan meskipun dengan anggaran terbatas. Ia mengingatkan kepada semua pihak untuk menghindari ego sektoral antar desa dan fokus pada program-program yang dapat langsung berdampak pada masyarakat.
Camat Ngadirejo, M. Setyo Nusantoro, menyampaikan bahwa angka kemiskinan di kecamatan ini merupakan yang tertinggi di Kabupaten Temanggung, yaitu 10,01 persen. Dari 20 desa yang ada, Desa Katekan memiliki tingkat kemiskinan tertinggi mencapai 9,11 persen. Namun, di sisi lain, dia juga mencatat bahwa sebanyak 15 desa di Ngadirejo telah berhasil masuk dalam kategori desa mandiri menurut Indeks Desa Membangun 2024.
Musrenbang ini menjadi langkah penting dalam menyatukan pemikiran dan merumuskan strategi untuk mengatasi tantangan besar terkait kemiskinan dan stunting, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ngadirejo.