Nasabah BMT BUS Jepara Geruduk DPRD Mengadu Foto : Ratusan nasabah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Bina Umat Sejahtera (BUS) cabang Jepara berunjuk rasa di depan Gedung DPRD.
Bratapos / Daerah

Nasabah BMT BUS Jepara Geruduk DPRD Mengadu

Terbit : 18-Feb-2025, 12:27 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 338 Kali

Jepara || jateng.bratapos.com -  Ratusan nasabah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Bina Umat Sejahtera (BUS) cabang Jepara berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Jepara, pada senin (17/02/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena mereka tidak dapat menarik simpanan mereka setelah adanya gelombang ketidakpercayaan terhadap BMT pusat, yang membuat mayoritas nasabah menarik dana mereka secara besar-besaran. Beberapa nasabah bahkan melaporkan dana mereka belum bisa dicairkan karena seluruh kantor cabang di Jepara ditutup.

Salah satu nasabah yang hadir dalam aksi tersebut, Ahmad Sholeh, yang juga menjadi koordinator demo, berharap agar anggota DPRD Jepara dapat membantu menyelesaikan masalah ini. "Saya mendampingi saudara-saudara kita yang sedang kesulitan soal penarikan dana. Kami berharap wakil rakyat Jepara bersedia membantu, meski ini kasus perdata," ujar Sholeh. Sejumlah nasabah lainnya juga menyampaikan keluhan mereka terkait dana yang terkatung-katung, seperti yang dialami oleh Kariroh, seorang ibu tunggal yang mengungkapkan harapannya untuk segera mendapatkan kembali uang yang disimpan di BMT BUS untuk kebutuhan keluarganya.

Muhammad Haidar Zaki Umar, Ketua Komisi A DPRD Jepara, menyatakan dukungannya terhadap nasabah yang menuntut hak mereka. "Kami mendukung penuh nasabah yang meminta haknya dan menunggu surat resmi dari masyarakat yang mengajukan permohonan tersebut," ungkapnya melalui pesan WhatsApp. Setelah menggelar aksi di DPRD, para nasabah melanjutkan langkah mereka dengan melaporkan masalah ini ke Polres Jepara, yang didampingi oleh Ahmad Sholeh dan rekan-rekannya.

Sejumlah nama besar dan jumlah dana yang belum bisa ditarik juga mencuat dalam unjuk rasa ini, seperti Suryaton yang menyimpan Rp600 juta dan Nur Cahyati dengan Rp260 juta. Tindakan ini menambah perhatian akan pentingnya penyelesaian masalah ini secepat mungkin, agar nasabah yang telah lama menjadi anggota dapat memperoleh kembali dana mereka yang terhambat.


Pilihan Untukmu